Jumat, 10 September 2010  |  
Kemudian dia (Abraham) pindah dari situ (dari daerah pepohonan tarbantin di More) untuk menuju ke pegunungan di sebelah timur Betel. Dia memasang kemahnya berbatasan dengan Betel di sebelah barat dan Ai di sebelah timur. Setelah itu dia mendirikan mezbah bagi YAHWEH disitu dan di tempat itulah dia memanggil nama YAHWEH (Kej 12:8)
    ARTIKEL DETIL
04-07-2007
Akar Penopang Seri 6: Akar Ibrani Bukan Kultus Para Rabbi
 
 
Yudaisme pra Mesias maupun paska Mesias memiliki orang-orang bijaksana, rabbi-rabbi berpengaruh yang telah banyak memberikan kontribusi terhadap penafsiran, terhadap aplikasi Torah dalam kehidupan, dalam penyusunan Misnah, Gemara, Talmud yang berisikan berbagai Halakhah. Beberapa nama rabbi-rabbi terkemuka seperti Hillel, Shamai, Yokhanan Ben Zakkai, Akiva Ben Yosep [15-135 Ms], Yahda ha Nasi [135-219 Ms], Sholomo Yitshaqi [1040-1105 Ms], Moshe Ben Maimonindes [1135-1204 Ms], Moshe Ben Nakhman [1194-1270 Ms], Baal Shem Tov [1700-1760 Ms], Nakhman dari Breslov [1772-1810 Ms](f1)

Sepandai dan seberapa berpengaruhnya para rabbi tersebut, namun tidak ada alasan bagi kita untuk mengkultuskan dirinya dan pengajarannya serta berbagai tulisannya. Mengapa? Karena merekapun manusia yang terbatas dan terikat dengan konteks zamannya sehingga dapat terjatuh pada kesalahan penafsiran. Terbukti bahwa para rabbi Yahudi ketika Mesias hidup banyak yang menolak pengajaran-Nya dan menjadi dalang Mesias disalibkan. Beberapa tafsiran para rabbi diulas dalam beberapa buku dan dinilai keluar dari konteks. Beberapa buku yang mengulas kekeliruan penafsiran para rabbi seperti, Richard Longenecker(f2), A. Berkeley Mickelsen(f3), Milton S. Terry(f5). Sekalipun kembali ke akar Ibrani mempertimbangkan berbagai pendapat para rabbi Yahudi baik yang menolak Mesias maupun menerima Mesias, sebagai rujukan pendapat, namun bukan berarti essensi akar Ibrani ditentukan oleh sikap yang mengkultuskan para rabbi.

Footnote:
(f1): Tracey R. Rich, Sages & Scholars, 1996-1999, www.jewfaq.org
(f2): Biblical Exegesis in the Apostolic Period, Grand Rapids, Michigan : Wm. B. eerdmans Publishing Co, 1975, p.34
(f3): Interpreting the Bible, Grand Rapids: Wm. B. eerdmans Publishing Co., 1966, p. 24
(f4): Biblical Hermeneutik, Grand Rapids, Michigan : Zondervan Publishing House, 1983, p.608


PDT. TEGUH HINDARTO, MTH.
NAFIRI YAHSHUA MINISTRY
PO. BOX 122
KEBUMEN 54300
JAWA TENGAH – INDONESIA
 
Komentar terhadap Artikel ini dapat Anda kirim ke komentar@messianic-indonesia.com
Jangan lupa untuk mencantumkan Judul Artikel ini dalam komentar Anda

Anda juga dapat berpartisipasi dalam situs ini
dengan mengirimkan Artikel anda ke redaksi@messianic-indonesia.com
--- tguh ---
Shalom Alaika !!!
Selamat datang,

selamat bergabung di komunitas Messianic Indonesia.
Semoga website ini dapat menjadi berkat bagi saudara.

 

©2007 Messianic-Indonesia Media Team - All Rights Reserved  
Terimakasih Bapa atas kesempatan yang telah Engkau berikan untuk membangun Situs ini.
Pakailah Situs ini untuk memasyurkan dan memuliakan nama-Mu. Amin

Saran dan Kritik:
redaksi@messianic-indonesia.com