Bukan Yang Mampu Mengucapkan Nama Yahweh dan Yahshua/Yeshua
Beberapa kelompok mendefinisikan arti ke akar Ibrani adalah jika seseorang dapat menyebutkan dengan benar nama-nama tokoh-tokoh dalam Kitab Suci yang berbahasa Ibrani. Misalnya Petrus menjadi Kefa. Yusuf menjadi Yosep. Musa menjadi Moshe. Bahkan dapat menyebutkan nama Yahweh dan Putra-Nya, Yahshua atau Yeshua, dimaknai sebagai kembali keakar Ibrani. Sekalipun agenda diatas menjadi bagian dari kembali ke akar Ibrani, namun pemahaman mengenai kembali ke akar Ibrani tidak sesempit pemahaman diatas.
Bukan Menjadi Yahudi
Ada kecenderungan pada beberapa kelompok Kekristenan yang berkomitmen untuk kembali ke akar Ibrani, memaknainya dalam bentuk aksesoris semata-mata seperti menggunakan “Kippa”, “Tallit”, “Tefilin”, berbahasa Yahudi, mengikuti budaya Yahudi, sehingga terkesan kehilangan identitasnya sebagai sebuah bangsa yang berbeda dengan Yahudi. Meskipun penggunaan Kippa, Tallit, Tefilin, bahasa Ibrani menjadi bagian dari kembali ke akar Ibrani, namun kembali ke akar Ibrani bukan hanya sekadar mengadopsi bentuk-bentuk eksternal Yudaisme melainkan lebih jauh dari itu.
PDT. TEGUH HINDARTO, MTH.
NAFIRI YAHSHUA MINISTRY
PO. BOX 122
KEBUMEN 54300
JAWA TENGAH – INDONESIA