Kamis, 09 September 2010  |  
Aku hendak bersyukur kepada YAHWEH karena keadilan-Nya dan bermazmur bagi nama YAHWEH, Yang Mahatinggi (Maz 7:18)
    ARTIKEL DETIL
09-07-2007
Rekonstruksi Kristen 7 : PROGRAM QAHAL MESIANIK NON YAHUDI
 
 
SERI: REKONSTRUKSI KEKRISTENAN DAN KRISTEN REKONSTRUKSI

PROGRAM QAHAL MESIANIK NON YAHUDI
[GEREJA & KEKRISTENAN]
DI INDONESIA


Tanpa adanya suatu visi dan visualisasi, maka langkah dan arah tujuan suatu organisasi atau komunitas, menjadi tidak jelas. Rasul Paul memberikan teladan yang baik dengan mengatakan “aku berlari-lari kepada tujuan, yaitu panggilan sorgawi”. Kalimat atau pernyataan ini menunjukkan bahwa Rasul Paul bertindak berdasarkan suatu visi. Hidup Paul digerakkan oleh suatu tujuan mulia. Rasul Paul memiliki suatu arah yang pasti. Keberhasilan Rasul Paul melaksanakan penatalayanan terhadap Qahal Mesias di Abad Pertama bukan hanya karena Rasul Paul memiliki visi namun Rasul Paul melakukan visualisasi dan misi, sehingga komunitas yang terbentung di luar Yerusalem, merupakan hasil karya pemberitaan Besorah yang terarah, terukur dan berkesinambungan. Berkaca terhadap kenyataan diatas, maka diperlukan adanya visualisasi program Qahal Mesianik di Indonesia. Visualisasi, merupakan “penghidupan apa yang dilihat”, dengan kata lain “apa yang direnungkan dan dipetakan secara abstrak, diwujudnyatakan atau dikongkritkan dalam bentuk berbagai tindakan”.

DR. David Stern memberikan sederetan program yang harus dikerjakan oleh komunitas Mesianik Yahudi, dalam bukunya, “Messianic Jewish Manifesto”(f1). Dalam ulasannya mengenai pentingnya program dan peranan institusi formal, beliau mengatakan:

“The leaders in the Messianic Jewish movement are not unaware of programmatics. The progres the movement has made since the 1960’s can be understood partly in term of breadth of vision and realization of plans. Most of the leaders are pragmatists, constantly revising their plans in accordance with experience, new knowledge, newly perceive needs, feedback from what has happened so far, external sources of information, and better understanding of Scripture; and may it so continoue. Why is programmatic important? Because ‘without a vision the people perish’. According to George Ladd, this verse, exegetically, means that without a prophetic vision inspired by God the people perish. Therefore what I mean is that programmatics must spell out such a prophetic vision” (f2)

[Para pemimpin dalam gerakan Mesianik Yahudi, tidak menyadari pentingnya pemrograman. Perkembangan pergerakan yang telah dimulai sejak tahun 1960-an dapat dipahami secara khusus dalam pengertian nafas dari visi dan perwujudan dari rencana-rencana. Kebanyakan para pemimpin bersifat pragmatis, terus menerus merevisi berbagai rencananya berdasarkan pengalaman, pengetahuan baru, kebutuhan yang baru, umpan balik dari apa yang telah terjadi sejauh itu, sumber informasi dari luar, dan pemahaman yang lebih baik dari Kitab Suci; demikianlah seterusnya. Mengapa pemrograman itu penting? Oleh karena tanpa visi, umat menjadi binasa. Menurut George Ladd, secara eksegetis, ayat ini bermakna, bahwa tanpa visi kenabian yang diilhamkan Tuhan, umat binasa. Apa yang saya maksud pemrograman, seharusnya dieja sebagai visi kenabian]

Ketika beliau sampai pada ulasan mengenai pentingnya sebuah institusi sebagai wadah untuk melakukan perubahan, beliau mengatakan:

“Many believers are suspicious of institutions. They are suspicious on principle – people are warm and caring, but institutions are cold and heartless, easily becoming vehicles for domination of the many by the few. Although there is a kernel of truth behind this attitude, in what follows I assume that people can stand to think about creating institutions and organizations and can see them more as tools to be used than as monsters to be feared. In fact, when I talk about institutions, I have in mind an environment of community; and by nature, community must be organic, built on interpersonal relationship. Note that the ultimate community must exist before the institutions are created; on the contrary, the purpose of the institutions is to foster community. They are also meant to foster the development of Messianic Jewish identity within the framework of Messianic Jewish community” (f3)

[Kebanyakan orang curiga terhadap institusi. Mereka curiga secara prinsip – orang-orang peuh kehangatan dan kepedulian, sementara institusi dingin dan tidak berperasaan, mudah menjadi wahana penguasaan orang banyak oleh sejumlah kecil orang. Namun demikian, ada kebenaran yang dangkal dibalik sikap demikian. Berkaitan dengan persoalan di atas, saya menganggap bahwa orang dapat berpendirian untuk memikirkan penciptaan institusi dan organisasi dan dapat melihatnya sebagai sebuah alat daripada monster yang menakutkan. Kenyataannya, ketika saya berbicara mengenai institusi, saya memiliki pikiran mengenai lingkungan suatu komunitas; dan secara alamiah bahwa suatu komunitas adalah bersifat organik, membangun hubungan antar pribadi. Perlu dicatat, bahwa suatu komunitas seutuhnya, telah berdiri sebelum institusi diciptakan. Sebaliknya, institusi diciptakan untuk membantu perkembangan suatu komunitas. Mereka juga dimaksudkan untuk mendorong perkembangan identitas Mesianik Yahudi di dalam bingkai komunitas Mesianik Yahudi]

Berkaca dari epistemologi pentingnya pemrograman dan institusi formal, sebagai pendorong perkembangan suatu komunitas, maka komunitas Mesianik non Yahudi di Indonesia, perlu memetakan tugas-tugasnya di Indonesia. Berikut beberapa visualisasi program Qahal Mesianik yang secara kasar dapat segera dilakukan di Indonesia :

Membentuk Dewan Qahal Mesianik Indonesia

a. Latar Belakang:

1) Qahal Mesianik di Indonesia tidak memiliki wadah yuridis formal
2) Qahal Mesianik di Indonesia terpecah-pecah dikarenakan tidak ada orientasi pemahaman
3) Wadah organisasi Kekristenan di Indonesia seperti KWI, PGI, PII, DPI, tidak dapat menampung ekspresi emunah dan avodah qahal mesianik Indonesia
4) Berbagai sikap gereja-gereja dan organisasi-organisasi Kristen di Indonesia yang selalu menyudutkan eksistensi qahal mesianik di Indonesia
5) Komunitas baru, membutuhkan wadah baru, tata organisasi baru

b. Tujuan:

1) Memayungi Qahal Mesianik di Indonesia dari segi yuridis formal dan yuridis spiritual
2) Mewadahi berbagai ekspresi lokal qahal mesianik di Indonesia
3) Pusat informasi terhadap berbagai aktifitas, jumlah komunitas qahal mesianik, jumlah gembala sidang qahal mesianik, jumlah sinagog mesianik
4) Menyatukan visi dan misi qahal mesianik di Indonesia
5) Terjadinya Tiqun Olam [pemulihan semesta] di Indonesia

c. Tugas:

1) Mempersatukan Qahal Mesianik di Indonesia dalam persekutuan iman
2) Menyusun pokok iman Qahal Mesianik di Indonesia
3) Menyusun tata ibadah Qahal Mesianik di Indonesia
4) Menetapkan halakhah [aturan/etika] Mesianik di Indonesia
5) Menetapkan waktu Moedim [hari raya]

d. Langkah-Langkah:

1) Memanggil Qahal Mesianik di Indonesia untuk mengadakan konggres dengan agenda menetapkan arah tujuan qahal mesianik di Indonesia
2) Konggres menetapkan Dewan Presidium Antara yang akan bertugas melakukan beberapa tugas berikut:
a) Menyusun Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga Dewan Qahal Mesianik Indonesia
b) Menetapkan Pengurus Harian dan Pelaksana Harian Dewan Qahal Mesianik Indonesia
c) Menyusun Emunah sebagai pokok iman dasar qahal mesianik di Indonesia
d) Konggres membuat Deklarasi Qahal Mesianik untuk mengikat komitmen bersama

Membentuk berbagai Forum Komunikasi Qahal Mesianik
Tujuan:
Membangun persaudaraan dan persekutuan untuk kesatuan
Membangun jembatan komunikasi sehingga dapat memperkecil konflik internal
Mengantisipasi berbagai perubahan sosial, politik dan berbagai ekses yang ditimbulkannya

Menerbitkan terjemahan kitab suci non LAI
Tujuan:
Menyediakan terjemahan yang Back to Hebraic Root
Menyediakan terjemahan yang tidak Anti Torah dan Anti Semit
Menyediakan terjemahan yang memunculkan nama YHWH dan Yahshua
Menyediakan sarana devosi bagi qahal mesianik

Mendirikan berbagai percetakan-percetakan Mesianik
Menerbitkan buku-buku teologia, jurnal, renungan, kajian kontemporer, majalah, tabloid, buletin bernuansa Mesianik

Mendirikan berbagai Beth Midrash Mesianik di seluruh wilayah Indonesia
Tujuan:
Menyiapkan calon gembala sidang, pengajar agama dengan ilmu Keelohutan
Mendidik calon gembala sidang, pengajar agama di masa depan
Memperlengkapi para siswa dengan Ilmu Keelohutan dan Ilmu Terapan

Mendirikan berbagai Yayasan Sosial Mesianik di seluruh Indonesia
Tujuan:
1. Mengaktualisasikan Tsedaqah
2. Mengaktualisasikan Tiqun ha Olam [pemulihan semesta] di Indonesia

Demikianlah beberapa visualisasi program Qahal Mesianik di Indonesia. Kiranya dengan visualisasi di atas, komunitas Qahal Mesianik dapat terbantu memetakan kedudukannya dan meniti suatu tujuan ke depan, sehingga arah pergerakan Qahal Mesianik di Indonesia memiliki suatu dampak besar dalam melakukan suatu pembaruan, baik dalam bidang ibadah maupun tata ibadah serta pokok-pokok pengakuan iman.

PENUTUP

Tanpa pemahaman yang benar terhadap sejarah pergerakan Mesianik di Indonesia dan di luar Indonesia, maka proses pembaruan yang dilakukan Qahal Mesianik di Indonesia, tidak memiliki dasar historis yang kokoh dan cenderung terdiaspora [terserak]. Presiden Soekarno [Alm] pernah berkata, “JASMERAH” yang artinya, “jangan sekali-kali melupakan sejarah”. Sejarahlah yang mempersatukan Qahal Mesianik di Indonesia, untuk bahu membahu dan bersatu padu melakukan tugas Tiqun Olam [pemulihan semesta] dengan jalan melakukan rekonstruksi holistik dalam ajaran dan tata peribadatan yang berakar dari Ibrani dengan aplikasi aktual sesuai kultur Indonesia. Tidak kurang pentingnya dari itu, bahwa Qahal Mesianik di Indonesia perlu mendefinisikan eksistensi dirinya dan melangkah secara sinergis dan efektif. Upaya ini tidak akan berhasil tanpa adanya pemrograman dan suatu wadah formal yang mengayomi dan mempersatukan langkah pergerakan. Inilah pekerjaan besar yang tengah menanti kita dan harus dikerjakan secara bersama dan berkesinambungan. Kiranya Yahweh Bapa Sorgawi memberikan Khokmah [hikmat] dan Khoakh [kekuatan] pada kita, melalui Yahshua Putra-Nya untuk melakukan pekerjaan-Nya yang besar.

Footnote:
(f1): Ibid., p. 197-233
(f2): Ibid., p. 201
(f3): Ibid., p. 203

PDT. TEGUH HINDARTO, MTH.
NAFIRI YAHSHUA MINISTRY
PO. BOX 122
KEBUMEN 54300
JAWA TENGAH – INDONESIA
 
Komentar terhadap Artikel ini dapat Anda kirim ke komentar@messianic-indonesia.com
Jangan lupa untuk mencantumkan Judul Artikel ini dalam komentar Anda

Anda juga dapat berpartisipasi dalam situs ini
dengan mengirimkan Artikel anda ke redaksi@messianic-indonesia.com
--- tguh ---
Shalom Alaika !!!
Selamat datang,

selamat bergabung di komunitas Messianic Indonesia.
Semoga website ini dapat menjadi berkat bagi saudara.

 

©2007 Messianic-Indonesia Media Team - All Rights Reserved  
Terimakasih Bapa atas kesempatan yang telah Engkau berikan untuk membangun Situs ini.
Pakailah Situs ini untuk memasyurkan dan memuliakan nama-Mu. Amin

Saran dan Kritik:
redaksi@messianic-indonesia.com