Analisis Eksegetis [Teks & Konteks]
Yahshua Ha Mashiah mengidentifikasikan dirinya sebagai “Pintu” masuk kepada domba-domba. Perkataan-Nya menimbulkan ketidakmengertian orang-orang yang mendengar-Nya [ay 6]
Arti perkataan Yahshua sebagai “Pintu”, adalah :
Perantara seseorang mendapatkan kebahagiaan [ay 9]
Supaya orang yang masuk melalui Dia, memperoleh Hidup, bahkan hidup yang berkelimpahan [ay 10]
Orang sering menafsirkan secara sempit arti “kebahagiaan dan hidup berkelimpahan” sebagai hidup yang berlimpah-limpah materil dan hidup dalam suasana kemewahan.
Elohim Yahweh berjanji bahwa setiap orang yang taat dan setia terhadap diri-Nya dan Firman-Nya, maka orang tersebut akan memperoleh “Berkat”, baik secara kualitatif maupun secara kuantitatif [Ul 28:1-14]. Kekayaan materil adalah SEBAGIAN dari berkat Yahweh [Ams 10:22]. Abraham kaya oleh berkat Yahweh [Kej 13:2, Kej 26:12-14]. Namun kekayaan materil BELUM TENTU tanda seseorang mendapatkan berkat!!. Sebaliknya, Elohim berulangkali mengingatkan bahwa kekayaan materil memiliki sejumlah bahaya, yaitu :
Membuat seseorang memegahkan dirinya karena kekayaannya [Mzm 49:7]
Membuat seseorang mempercayakan dirinya pada kekayaannya [Ams 11:28]
Menghimpit Firman dalam kehidupan seseorang [Mat 13:22, Luk 8:14]
Menimbulkan cinta diri yang berlebihan [Mat 19:16-22]
Dalam konteks ayat diatas, kita melihat mengapa Yahshua sering mengecam orang-orang yang kaya [Luk 6:24, Mat 19:23], demikian juga para rasul mengingatkan [Yak 5:1]. Bukan kekayaan yang dikecam melainkan SIKAP dan MOTIFASI yang keliru terhadap sumber, cara memperoleh dan menikmati serta menggunakan kekayaan.
Dengan mengecam orang-orang kaya, bukan berarti Yahshua memerintahkan kita untuk menjadi orang yang miskin secara material. Yahshua memang berpihak pada orang miskin [Luk 7:22, Luk 4:18,21]. Ajaran yang mengatakan bahwa menjadi orang Kristen harus menjadi KAYA [Paham “Teologi Kemakmuran”/”prosperity Gospel”] atau menjadi MISKIN [Paham “Ebionitisme”], adalah SAMA BURUK dan KELIRU dalam menafsirkan Firman Elohim. Yahshua menginginkan semua orang [baik kaya maupun miskin] datang pada-Nya untuk memperoleh “Hidup” bahkan “yang berkelimpahan”.
Apa arti “Hidup yang Berkelimpahan itu ?”. Kata “Hidup” dalam bahasa Greek digunakan katra “Bios” dan “Zoe”. Kata “Bios” [bivo"] bermakna sbb : [f1]
of
earthly life in its functions and its duration
of manner of life conduct
Menurut struktur bahasa Greek dalam Yokhanan 10:10, kata yang diterjemahkan “Hidup” berasal dari kata “Zoe” [zwh;n ]. Ada beberapa makna untuk kata “Zoe” yaitu : [f2]
of life in the physical sense
of the
supernatural life belonging to God and Christ, which the believers will receive in the
future, but which they
also enjoy here and now.
means of subsistence
Berdasarkan analisis teks dan konteks perkataan Mesias diatas, maka “Hidup berkelimpahan” [Zoe perisoon], bermakna suatu “hidup yang memiliki kepenuhan dalam kualitas dan makna”. Kualitas dan makna disini berkaitan dengan persoalan moral, spiritual maupun material. Kualitas dan makna ini terjadi apabila seseorang terlibat dan masuk melalui “Pintu”, yaitu Yahshua Ha Mashiah, sebagai perantara menuju kebahagiaan sejati.
Jika kita sampai pada suatu tingkatan pemahaman dan tindakan yang mampu bersyukur dan tetap setia dalam kondisi apapun [meski tidak kaya secara materil], maka kita sesungguhnya telah mengalami arti kehidupan yang berlimpah itu. Jika kita tetap setia mengasihi Elohim didalam Yahshua, meski penderitaan dunia ini terus mengancam, disitulah kita telah mendapatkan hidup yang berkelimpahan. Inilah yang oleh Yahshua disebut dengan “menjadi kaya dalam Tuhan” [Luk 12:21], yaitu kaya dalam hal :
Kaya dalam kemurahan [2 Kor 8:2]
Kaya dalam pelayanan kasih [2 Kor 8:7]
Kaya dalam kebajikan [1 Tim 6:18]
Kaya dalam iman [Yak 2:5]
Memperkaya banyak orang, meskipun miskin secara material [2 Kor 6:10, 2 Kor 8:2, Why 2:9]
Aktualisasi
Dari eksposisi eksegetis Yokhanan 10:1-10, kita memperoleh nilai-nilai kebenaran yang mendalam sbb :
Tanpa Yahshua, hidup kita tidak bermakna dan berkualitas
Dengan Yahshua, hidup kita benar-benar mengalami suatu makna dan nilai. Nilai dan makna tersebut dinampakkan dalam sikap, pikiran, tutur kata dan cara kita mengambil keputusan.
Hidup berkelimpahan yang dijanjikan Yahshua, bukan bermakna dangkal sebagai memperoleh kekayaan dunia [meskipun tidak menutup kemungkinan kita mendapatkannya, sebagai bagian dari janjinya] melainkan suatu kehidupan yang tetap mengalami kebahagiaan ditengah persoalan apapun yang terjadi didunia ini. Kebahagiaan ini memuncak saat kita bertemu “muka dengan muka” dengan Yahshua di Sorga.
Sudahkah anda memahami, mendapatkan dan mengalami “Hidup yang berlimpah?”. Datanglah pada “Pintu” itu, yaitu Yahshua, maka anda akan mendapatkan padang rumput yang hijau, yaitu kehidupan yang bermakna dan berkualitas, Halelu-Yah, Amin!.
Footnote:
- [f1]: Bauer, Walter, Gingrich, F. Wilbur, and Danker, Frederick W., A Greek-English Lexicon of the New Testament and Other Early Christian Literature, (Chicago: University of Chicago Press) 1979.
- [f2]: Ibid.
Pdt. Teguh Hindarto, MTh
Nafiri Yahshua Ministry
KEBUMEN
JAWA TENGAH - INDONESIA