ARTIKEL DETIL |
18-10-2007
|
| Teologi Kemakmuran 3: MENINJAU ULANG EPISTEMOLOGI TEOLOGI KEMAKMURAN |
| |
| |
Definisi “Teologi Kemakmuran”
- Ajaran yang menekankan kemakmuran material sebagai bukti Kekristenan yang benar
- Ajaran yang menekankan kehidupan Kekristenan yang benar, ditandai dengan kesuksesan disegala bidang, khususnya material
Karakteristik “Teologi Kemakmuran” [f1]
- Kehidupan para pengkhotbah yang bergelimang kemewahan
- Menekankan pola ibadah model “Praise Worship” dan “Kebaktian-kebaktian Kebangunan Rohani” berskala besar
- Menekankan perpuluhan sebagai upaya untuk memperoleh upah berkat fisik dari Elohim
- Kecenderungan untuk membangun gedung gereja yang megah dan glamor
- Ditonjolkannya kesaksian-kesaksian orang kaya yang bertobat atau yang diberkati dalam usahanya
- Kultus pengkhotbah tertentu
- Menjamurnya praktek penggunaan ijasah palsu seperti Doktor [DR.], Doktor Philosophi[Ph.D], Profesor [Prof.]
Latar Belakang “Teologi Kemakmuran” [f2]
- Pengaruh perkembangan ekonomi global di Amerika serikat paska Perang Dunia II dan perang Korea. Ekonomi Amerika mengalami booming setelah berhasil memproduksi alat-alat tempur yang dikonsumsi pada Perang Dunia II [1941-1945] dan Perang Korea [1950]. Ketika Amerika mengalami kemenangan dalam peperangan, mereka mengalami kepesatan dibidang perekonomian dan perindustrian. Konsekwensinya masyarakat Amerika mengalami kemakmuran secara materil.
- Suasana kemakmuran, menciptakan iklim dan filosofi “Materialsm”, dan “Hedonism”. Akibatnya, muncullah berbagai kajian dibidang sosiologi, psikologi bahkan teologi serta praktek-praktek keagamaan yang menyesuaikan diri dengan iklim materialism. Bermunculanlah berbagai buku-buku psikologi yang mengajarkan bagaimana cara untuk memperoleh kesuksesan, seperti karya Norman Vincent Peale yang berjudul, “Positiv Thinking”, dll
- Kemajuan ekonomi Amerika semakin meluas dan bergeser ke kawasan pantai Barat [pasifik], sehingga terjadi perkembangan ekonomi yang luar biasa dinegara bagian California khususnya disekitar Los Angeles. Dikawasan inilah ajaran “self Actualization” dan “Self Esteem” sangat tumbuh subur. Di wilayah ini, Robert Schuller berhasil membangun Cristal Cathedral yang mewah dan mengembangkan ajaran kemakmuran yang dipromosokan Norman Vincent Peale.
- Gejala ini meluas kedalam tubuh gereja-gereja di Amerika. Muncullah penginjil-penginjil yang mengajarkan “kesuksesan material”, melalui sarana televisi. Julukan mereka adalah, “TV-Evangelist”
Meninjau Epistemologi “Teologi Kemakmuran”
Berikut ini kami kutipkan berbagai pernyataan para penginjil yang menganut Teologi Kemakmuran dari situs www.banner.org.uk :
- Kaum Skeptis akan mengalami penderitaan
Benny Hinn :”Mereka yang merendahkan kami adalah gerombolan orang-orang pandir…Anda tahu, saya pernah melihat satu ayat dalam Kitab Suci namun saya tidak dapat menemukannya. Satu ayat yang berkata, “Jika engkau tidak menyukai dia, bunuhlah dia”. Saya sungguh berkeinginan dapat menemukan ayat tersebut….kadang-kadang saya berkeinginan Elohim memberikan saya Machinegun Roh Kudus-saya meledakkan kepalamu hingga putus!”[Benny Hin dalam acara TBN, “Praise A-Thon, April 1990]
Tanggapan :
Tidak pernah Yahshua dan para rasul mengajarkan untuk menggunakan Roh Kudus sebagaimana diucapkan Benny Hinn, yaitu untuk meledakkan kepala seseorang.
Beny Hinn : “Berhati-hatilah! Anak kecil milik anda akan tersiksa karena kebodohanmu. Jika sekarang saya menjentikkan jari saya, dengan kekuatan Elohim yang ada pada saya dan saya berbicara…Maka anakmu akan menderita. Jika anda peduli terhadap anak anda, berhentilah menyerang Benny Hinn” [World Charismatic Conference,7 Agustus, 1992]
Tanggapan :
Pernyataan yang mengancam terhadap mereka yang tidak mempercayai pemberitaan Benny Hinn,semata-mata diwarnai oleh emosionalitas dan kekesalan, sehingga harus menyitir kalimat seolah-olah benny Hinn mampu membuat sakit seorang anak kecil, kepunyaan pengecamnya.
Kenneth Copeland : “Beberapa orang yang saya kenal telah melancarkan kritik dan menyebut kelompok iman dari Tulsa, merupakan suatu bentuk kultus. Dan beberapa dari mereka akan mengalami kematian hari ini dalam kuburan baru, karena tuduhan tersebut. Dan disana akan ada lebih dari satu yang mengalami kanker” [“Why All Are Not Healed”, tape#01-4001].
Tanggapan :
Yahshua tidak pernah mengutuk orang-orang yang menyalibnya, untuk mengalami penyakit dan kematian yang mengerikan. Mengapa Copeland dengan emosional mengklaim mampu membuat penentaangnya mengalami kanker ?
- Engkau adalah Elohim
Rory Alec : "This represents the fact that Jesus, when you partake of this, this represents that his blood has washed you clean of all sin. And therefore you are gods; you have been purchased by the blood of Jesus." (The Christian Channel Europe "Good Morning Europe" Date Unknown)
Tanggapan :
Gema pernyataan bahwa “anda adalah Elohim” adalah suara Satan yang menipu terhadap Adam dan Hawa. Satan berkata, “jika engkau makan buah itu, engkau tidak akan mati. Engkau akan mengetahui seperti Elohim” [Kej 3:5]. Status kita yang menjadi anak-anak Elohim melalui percaya pada Yahshua, tidak memberikan petunjuk bahwa kita menjadi Elohim.
Kenneth E. Hagin : "Originally, God made the earth and the fullness thereof, giving Adam dominion over all the works of His hands. In other words, Adam was the god of this world. " (The Believer's Authority, 2d ed. [Tulsa, OK: Kenneth Hagin Ministries, 1991], 19.)
Tanggapan :
Statement ini merupakan statement yang diucapkan Satan saat merayu hawa untuk memakan buah Pengetahuan Baik dan Buruk. Elohim Yahweh tidak pernah memberi indikasi literal bahwa manusia adalah Elohim seperti diri-Nya. Bagaimana pribadi yang dibentuk dan dijadikan dari pribadi lain, adalah pribadi itu sendiri. Dengan kata lain, jika Yahweh menjadikan manusia, bagaimana mungkin manusia adalah Yahweh itu sendiri??. Manusia adalah ekspresi ciptaan Yahweh yang mulia, karena dia diciptakan berdasarkan Gambar dan Rupa Yahweh. Kesegambaran dan keserupaan itu bukan dalam hakikat namun terpancar dalam kualitas moral dan intelektual manusia.
Benny Hinn : "When you say, 'I am a Christian, you are saying, 'I am mashiach' in the Hebrew. I am a little messiah walking on earth, in other words That is a shocking revelation.... May I say it like this? You are a little god on earth running around." ("Praise-a-Thon" program on TBN [6 November 1990].)
Tanggapan :
Pernyataan inilah yang saya sebut “analogi pincang”. Melakukan perluasan makna tanpa melihat bahwa tidak ada satupun ayat-ayat dalam Ha Berit Khadasah yang menyatakan bahwa orang beriman disebut sebagai “mesias kecil” atau “elohim kecil”.Itu sama saja jika kita mengatakan, “Bapak saya bernama Hinn. Bapak saya adalah seorang Presiden. Saya adalah anak Presiden Hinn. Saya adalah Presiden kecil”. Pernyataan tersebut jelas keliru. Meski saya memiliki ayah Presiden, bukan berarti saya adalah presiden kecil.
- Doktrin yang aneh dan asing
Ken Copeland : Bumi adalah tiruan dari induk planet [Surga]. [Following the Faith of Abraham, Tape#01-3001].
Tanggapan :
Dalam Kejadian 1:1 disebutkan “beresyit bara Elohim et ha shamaym [µyIm'V;h']we et ha arets”[År,a;h;] Kata “ha shamaym” oleh beberapa penerjemah Kitab Suci diterjemahkan “langit”[sky]. Namun ada pula yang menerjemahkan “surga” [heaven].
Hal ini diperkuat dengan kata “shamayim” pada Kejadian 1:7-8 tidak menggunakan definit artikel “ha”, sehingga maknanya jelas berbeda dengan Kejadian 1:1. “ shamayim” dalam Kejadian 1:7-8 adalah cakrawala yang menjadi langit karena menampung air.
Jika Surga dan Bumi diciptakan bersama, bagaimana mungkin yang satu merupakan copy yang lain??. Jika kehidupan bumi adalah copy kehidupan surgawi, tentunya mahluk-mahluk surgawi melakukan regenerasi biologis seperti manusia dibumi??.
Ken Copeland : Elohim tingginya diperkirakan antara 6,2 sampai 6,3 meter [Spirit, Soul and Body, Tape#01-0601]
Tanggapan :
Jika logika Ken Copeland bahwa manusia adalah foto copy Elohim diartikan secara fisikal, lalu buat apa kita menyembah Elohim yang ukurannya sedemikian??. Jika Elohim benar-benar ukurannya 6,2-6,3 meter, lalu mengapa Elohim berkata, “ langit adalah tahta-Ku dan bumi adalah tumpuan kaki-Ku”[Yes 66:1]. Mengapa pula Salomo berkata, “ Segala langit tidak dapat memuat Dia” [2 Taw 2:6]
Ken Copeland : Elohim beratnya diperkirakan 200 Kg [Spirit, Soul, and Body, #Tape 01-0601]
Tanggapan :
Jika ukuran berat Elohim hanya 200 Kg, bagaimana Dia dapat mengatur semesta yang beratnya lebih dari 200 kg??
- Kata-kata Iman
Kenneth Copeland : “Elohim menggunakan prinsip citra batin untuk menciptakan bumi…pertam kali, Elohim memiliki suatu kehendak menghasilkan sesuatu [suatu gagasan batin atau citra batin mengenai apa yang ingin untuk diciptakan] lalu selanjutnya Dia berkata, “jadilah Terang!”. Namun Saudara Copeland, anda berkata, itu adalah Elohim. Sepertinya anda tidak mengharapkan saya untuk mencoba bertindak seperti Elohim! Saya lebih lagi melakukannya…Jika segala sesuatu dijadikan oleh-Nya dan melalui Firman-Nya maka saya percaya bahwa kita diijinkan untuk berkata bahwa segala sesuatu dijadikan oleh Perkataan…Firman Elohim berkumpul bersama Iman; Iman adalah energi dalam Firman yang memberikan kekuatan untuk menjadikan dirinya menjadikan sesuatu…demikianlah bahwa anda memiliki citra batin, tidak ada satupun yang dapat menghentikanmu untuk memperoleh sesuatu dari Elohim”[“ The Image of God in You”, KCP Publication, 1987]
Tanggapan :
Ciri khas ajaran dalam Teologi kemakmuran adalah mengaburkan definisi iman sebagai semacam kekuatan batin atau kekuatan pikiran yang mampu mendatangkan keuntungan bagi hidup kita. Dave Hunt dan T.A. McMohan mengulas fenomena tersebut,” Apa yang oleh dunia sekular disebut ‘kekuatan pikiran’, dikacaukan oleh banyak orang kristen sebagai ‘iman’. Demikian pula istilah ‘kekuatan’ yang oleh para penganut okultisme juga disebut sebagai Pikiran Universal atau Alam secara naif diteria oleh sejumlah besar orang kristen dan bukan Kristen sebagai sekedar cara lain untuk menunjuk pada Elohim, padahal dalam kenyataannya itu merupakan sesuatu yang menjadi pengganti Elohim. Akibatnya, apa yang sering disuguhkan sebagai ‘kuasa Roh’ didalam gereja, hampir-hampir tidak dapat dibedakan dengan apa yang dianggap sebagai ‘kekuatan pikiran’ dalam ilmu kebatinan”[f3]
- Manusia memiliki Sifat Satan
E.W. Kenyon : “Manusia [Adam] sesungguhnya telah mengalami kelahiran kembali saat dia berdosa. Dia telah melahirkan Satan. Dia menjadi kawan sekerja dari Tabiat Satan” [The Father and His Family, 17th.ed{Lynnwood, WA: Kenyon’s Gospel Publishing Society, 1964}, 48]
Tanggapan :
Interpretasi demikian terlalu berlebihan. Kejatuhan manusia dalam dosa, tidak menjadikan manusia memiliki tabiat setan dan menjadi kawan sekerja setan.Apakah tokoh-tokoh besar dalam sejarah keturunan Adam seperti Nuh, Abraham, Musa, Daud adalah kawan-kawan sekerja Satan??
- Elohim tidak dapat bertindak terhadap dunia
Kenneth Copeland : Saya terkejut ketika menemukan bahwa dia yang mengalami kegagalan besar dalam Kitab Suci sesungguhnya adalah…Yang terbesar adalah Elohim…yang saya maksudkan adalah, Dia kehilangan posisi puncak, malaikat yang paling diurapi, laki-laki pertama diciptakan; perempuan pertama yang diciptakan, seluruh dunia dan seluruh isinya; sepertiga malaikatnya, akhirnya kehilangan yang terbesar, Manusia..Kini, alasan bagi dirimu untuk tidak berpikir bahwa Elohim adalah sosok yang gagal, karena Dia tidak pernah mengatakannya. Engkau juga bukanlah sosok yang gagal sampai engkau mengatakan bahwa engkau adalah salah satu sosok yang gagal” [“Praise-a-Thon” program on TBN {April 1988}].
Tanggapan :
Pernyataan sensasional ini sungguh menempatkan bahwa Elohim yang kudus tidak lebih seperti manusia biasa yang memiliki kelemahan dan kegagalan. Jika Elohim Yahweh dikatakan gagal dengan kejatuhan manusia, maka gagal pulalah arti kematian Yahshua dikayu salib hanya dikarenakan Yahweh tidak menghukum tentara Romawi yang hendak menyalibkan Yahshua??.
Analogi dangkal diatas, tidak lebih dari suatu pernyataan hujat yang disebabkan pemahaman eksegese teks yang minim. Pernyataan Copeland telah menentang Firman yang berkata, “ tidak ada rencana-Mu yang gagal”[Ayb 42:2] dan “ Firmanmu tidak ada yang gagal” [Rm 9:6]. Tidak ada satupun yang dapat menggagalkan rancangan Yahweh [Yes 14:27]. Satan berusaha menggagalkan manusia ciptaan Elohim untuk hidup sesuai huku-Nya. Namun Elohim tidak pernah gagal karena Dia mampu menebus dan memulihkan kondisi manusia yang gagal, yaitu dengan mengutus Putra-Nya Yang Tunggal. Satan pun berusaha menggagalkan karya Yahshua dengan membunuhnya melalui tangan manusia jahat. Namun kematian Yahshua bukan kegagalan Yahweh melainkan suatu alat yang dipakai Yahweh untuk menganugrahkan Keselamatan. Kematian Yahshua bukan akhir segalanya. Dia bangkit dan mengalahkan kematian. Hidup kekal dikaruniakan bagi manusia yang telah mengandung benih kematian Adam. Halelu-Yah!!.
- Yahshua adalah Kaya Raya
John Avanzini : “Yahshua memiliki rumah yang indah, rumah yang besar, cukup besar untuk tinggal teman-teman-Nya yang tinggal malam dirumah-Nya. Biarlah saya menunjukkan padamu rumah-Nya. Loncatlah menuju Injil Yokhanan pasal 1, saya akan menunjukkan padamu rumah-Nya.. sekarang, Anak Elohim, rumah-Nya cukup besar untuk menampung teman-teman-Nya tinggal dimalam hari. Disanalah rumah-Nya” [“Believer’s Voice of Victory” program on TBN {20 januari 1991}]
Tanggapan :
Para pengkhotbah ini menggambarkan Sorga tempat kediaman Yahshua seperti bumi dengan seluruh keindahannya. Mereka membayangkan bahwa kehidupan disurga penuh dengan pesta pora kemewahan duniawi. Ayat apapun yang dikutip untuk menunjukkan keberadaan Yahshua yang berasal dari Sorga, tidak berarti memberikan gambaran suatu kehidupan yang hedonis seperti didunia. Sorga, bukan suatu tempat untuk memuaskan nafsu kita terhadap kebendaan. Sorga adalah suatu tempat dimana terhentinya air mata penderitaan dan berganti suatu sukacita yang tidak terdefinisikan berdasarkan kategori dunia ini. Di Surga setiap orang percaya menyembah Elohim dengan sukacita. Wahyu pasal 21-22 tidak pernah sedikitpun menyiratkan suatu gambaran kehidupan di Sorga yang bersifat pemuasan nafsu manusia akan kemewahan seperti terjadi di bumi.
Kitab Yokhanan 1:1-18 hendak menggambarkan hakikat Yahshua sebagai Sang Firman. Firman Yahweh telah datang kepada manusia dalam rupa manusia Yahshua dan memantulkan kehendak Bapa Yahweh. Perluasan makna yang dilakukan Copeland telah memperkosa makna teks untuk membenarkan opini tentang kemewahan yang dimiliki Yahshua.
John Avanzini : “Janganlah kamu menyangka, bahwa para rasul berkeliling tanpa uang sama sekali ?, maksud saya, mereka memiliki uang. Saya bersyukur pada Elohim telah melihat hal ini dan berhenti dari garis denominasi dan meletakkan pada garis Elohim sebelum saya menyerahkan diri saya dan keluarga saya menuju kematian. Lihat Kisah Rasul 24:26, maksud saya janganlah kamu menyangka, Paul tidak memiliki uang dalam kehidupannya!… Paul memiliki sejumlah uang jemaat, sehingga pejabat pemerintah, menutup pengadilan untuk mencoba mendapatkan uang suap dari Paul” [“Believer’s Voice of Victory”, program on TBN {20 Januari 1991}].
Tanggapan :
Suatu kesimpulan yang dangkal dengan menyatakan bahwa Paulus adalah seorang yang kaya raya, hanya karena dia dimintai uang oleh Felixs. Paul tentu memiliki uang dalam setiap perjalanannya, karena dia menghidupi pelayanan dan kebutuhan sehari-harinya dari membuat tenda[Kis 20:33-35].
Bagaimana mungkin Paul adalah seorang yang kaya jika dia dikatakan mengalami kelaparan, pemukulan?[1 Kor 4:11]. Bahkan Paul sendiri mengatakan,” Sebaliknya dalam segala hal kami menunjukkan bahwa kami adalah pelayanan Elohim,…sebagaia orang yang miskin, namun memperkaya banyak orang” [2 Kor 6:4,10]
- Engkau seharusnya Kaya Raya
Fred Price : “Arti keseluruhannya adalah, saya mencoba memperlihatkan padamu—mengeluarkanmu dari pemikiran yang buruk bahwa Yahshua dan para murid-Nya sangat miskin , dan berhubungan denganmu—pikirkanlah bahwa engkau adalah anak Elohim, mestinya mengikuti Yahshua. Kitab Suci berkata bahwa Dia meninggalkan teladan bagi kita bahwa demikianlah seharusnya kita mengikuti langkah-Nya. Inilah alasannya mengapa saya mengendarai Rolls Royce, Saya mengikuti jejak Yahshua” [“Ever Increasing Faith” program on TBN [9 Desember 1990}].
Tanggapan :
Jika alasan menggunakan Roll Royce, Baby Benz, Limousine adalah karena mengikuti jejak Yahshua, tentu sudah banyak komunitas Yahudi dan Arab Islam yang mengikuti jejak Yahshua. Kalau Yahshua mati dan bangkit hanya demi menghadiahkan kita kenikmatan duniawi, tentu banyak orang yang akan mengikuti Dia. Jika Yahshua memberi teladan untuk menikmati fasilitas duniawi, mengapa orang-orang Yahudi menyalibkan Dia??. Jika kita mau secara literal meneladani Yahshua, seharusnya kita menaiki keledai sebagaimana yang Dia lakukan saat masuk Yerusalem [Mat 21:2]. Apakah harga keledai setara dengan harga Roll Royce??. Pernyataan Fred Price secara menunjukkan suatu pemahaman hedonis dengan memanipulasi ayat-ayat Kitab Suci dengan memutus konteksnya.
Refleksi bagi Gereja sebagai Kahal Yahweh
Merebaknya ajaran kemakmuran, kelimpahan yang dipraktekkan oleh banyak gereja-gereja dapat disikapi dari beberapa perspektif, yaitu melihat dari segi positif dan negatifnya. Kesalahan atau penyimpangan apapun yang diperbuat oleh kelompok Teologi Kemakmuran dalam hal doktrin, pastilah ada suatu sisi positip yang dapat kita ambil dan kita pakai sebagai cermin.
- Segi Positip
a. Memperingatkan gereja akan makna kebenaran Firman Elohim mengenai hakikat berkat. Berkat bukan terbatas dimaknai secara spiritual namun juga dapat diterima oleh orang percaya secara materil
b. Memperingatkan gereja akan pentingnya dinamika iman dalam kehidupan orang percaya. Iman, bukan hanya dipahami sebagai suatu bentuk sikap yang pasif dan menyerah pada takdir Elohim, namun iman lebih merupakan suatu tindakan percaya terhadap janji-janji Tuhan, mengenai kesehatan, kesuksesan, perlindungan, kebahagiaan, dll
c. Memperingatkan gereja untuk melaksanakan ibadah dengan roh yang menyala dan bukan dengan kebekuan liturgis serta konservatifisme dogmatis
d. Memperingatkan gereja mengenai kuasa Yahshua. Dia bukan tokoh historis semata yang terpaku dikayu salib dalam ketidakberdayaan. Dia juga adalah Tuhan dan Juruslamat yang hidup dan tetap berkarya sampai hari ini, dalam bentuk mengaruniakan tanda-tanda muzizat, pemeliharaan, perlindungan terhadap orang-orang percaya.
e. Memperingatkan gereja untuk tidak hanya memahami Firman Elohim semata-mata secara intelektual namun juga dipahami, dihayati secara spiritual dan berdampak dalam moral dan intelektual.
- Segi Negatif
Penekanan pada berkat materil sebagai tujuan, menjerumuskan pada bahaya “mamonisme kristiani”. Yahshua berulang kali memperingatkan bahaya kekayaan. Rasul Yakobus pun memperingatkan hal yang sama.
Pemahaman yang memutarbalikkan makna iman sebagai suatu bentuk tindakan percaya dan penyerahan pada kuasa Elohim, telah mengalami distorsi sebagai bentuk kekuatan batin yang perlu diaktifkan seperti tenaga supranaturaal tertentu.
Sinkretisme dengan ajaran New Age Movement yang merupakan suatu gejala universalisasi fenomena-fenomena mistik dalam berbagai agama, khususnya agama-agama timur. Dalam berbagai ajaran mistik diluar kekristenan, sangat ditekankan, “visualisasi”, “mantra”, “pengucapan kata-kata sugesti”. Dave Hunt kembali menegaskan, “Kitab Suci tidak mengajarkan metoda yang demikian itu kepada kita. Bahayanya terletak pada kenyataan bahwa teknik-teknik pikiran itu menghasilkan keadaan-keadaan mental yang menjadi pengganti dari pemecahan yang sebenarnya. Pemecahan sebenarnya hanya dapat diperoleh orang Kristen karena hubungannya dengan Mesias dalam kehidupannya sebagai orang beriman” [f4]
J.I. Packer mengulas mengenai fenomena visualisasi sbb, “…dapat dipastikan bahwa jika pada waktu berdoa, anda mempunyai kebiasaan untuk memusatkan pikiran anda pada suatu khayalan atau apa saja yang dapat menggambarkan Dia, maka anda akan memikirkan tentang Dia, akan berdoa kepada-Nya, sesuai dengan gambaran yang dapat anda lihat yang dapat dianggap mewakili Dia. Dengan demikian anda akan bertelut dan menyembah pada gambaran yang anda buat itu; dan karena gambaran itu pasti tidak sempurna, maka sama seperti halnya gambaran itu tidak mungkin menyatakan kebenaran tentang Elohim dalam kebenaran. Itulah sebabnya Elohim melarang anda dan saya untuk menggunakan gambar atau apa saja yang menggambarkan Elohim dalam penyembahan kita…”[f5]
Jika kita perhatikan dengan cermat, tidak dapat disangkal bahwa acara seperti “visualisasi” yang dipraktekan Teologi Kemakmuran, sejajar dengan teknik-teknik ocultisme. Anna B. menjelaskan bagaimana seseorang dapat memperoleh kekayaan dengan visualisasi dan mengaktifkan daya batin beserta berbagai kesaksian orang-orang yang berhasil mempraktekan metode tersebut. Perhatikan langkah-langkahnya : [f6]
- Tutup mata dan amati terbitnya matahari, ketika matahari timbul dan naik sampai setinggi jam 12 siang
- Gambarkanlah tangan daya batin kundalini anda dan amati ia menjadi keemasan dan mulai membara. Ia akan menjadi semakin besar sehingga bisa menggengam matahari
- Amati matahari ketika ia turun dari ketinggian jam 12 siang dan mulai masuk langit
- Matahari harus masuk dalam telapak tangan tangan daya batin Kundalini yang berkilauan
- Ketika matahari masuk dalam telapak tangan daya batin Kundalini anda yang berkilauan, gengamlah dan jangan dilepaskan
- Berkonsentrasilah dengan sempurna pada saat itu tentang keinginan anda dan cara memperolehnya. Gambarkanlah satu keinginan saja sampai ia datang. Matahari harus turun kedalam telapak tangan daya batin Kundalini yang berkilauan itu. Ketika matahari turun dalam telapak tangan daya batin Kundalini yang berkilauan itu, gengamlah dan jangan biarkan terlepas…jangan biarkan pikiran lain memasuki anda. Pikirkanlah hanya mengenai keinginan anda dan cara memperolehnya dengan segera..”
Memberikan gambaran distortif tentang Yahshua sebagai Putra Elohim yang hidup dalam kelimpahan materil. Gambaran Putra Elohim dalam keseluruhan Kitab Ha Berit Ha Khadasah [Perjanjian Baru], tidak pernah digambarkan sedemikian.
Melakukan analogi yang pincang. Jika Yahshua adalah Putra Elohim, maka Dia adalah kaya raya. Jika kita mempercayai Dia, maka kita menjadi anak-anak Elohim seperti Yahshua. Maka kita seharusnya memiliki kekayaan sebagaimana Yahshua. Analogi ini pincang, karena berusaha memperluas makna tanpa melihat bagaimana sikap Yahshua dan rasul-rasulnya terhadap kekayaan materil.
Footnote:
- [f1] : Ir. Herlianto, MTh., Teologi Sukses : Antara Allah & Mamon, BPK, 1992, hal 1-3
- [f2] : Ibid., hal 8-10
- [f3] : Sisi Negatif dari Berpikir Positip, Bandung: Kalam Hidup, h.8
- [f4] : Ibid., hal 42
- [f5] : Knowing God, Inter-Vasity Press, 1973, p. 40-42
- [f6] : Kundalini : Rahasia Yoga Kuno, Dahara Prize Semarang, 2003, hal 31-33
Pdt. Teguh Hindarto, MTh
Nafiri Yahshua Ministry
KEBUMEN
JAWA TENGAH - INDONESIA |
| |
Komentar terhadap Artikel ini dapat Anda kirim ke komentar@messianic-indonesia.com
Jangan lupa untuk mencantumkan Judul Artikel ini dalam komentar Anda
Anda juga dapat berpartisipasi dalam situs ini
dengan mengirimkan Artikel anda ke redaksi@messianic-indonesia.com |
--- tguh --- |
|
|
|
|
|
Shalom Alaika !!!
Selamat datang,
selamat bergabung di komunitas Messianic Indonesia.
Semoga website ini dapat menjadi berkat bagi saudara. |
|
|
|
|
|