Mesianik Yudaisme yang hadir saat ini bukan muncul dari ruang kosong, melainkan dari proses konsekwensi logis sejak 2000 tahun lampau, yang dimulai ketika orang muda Yahudi mulai memberitakan pengharapan mesianis yang diberitakan para nabi yang dipenuhi dalam diri-Nya. Banyak ahli sepakat bahwa orang ini, Yahshua adalah orang yang hidup secara Yahudi pada Abad pertama. Dari catatan orang-orang Yahudi dan kesaksian sejarah setelah Abad 1 Ms, menjelaskan bahwa sejak Mesianik Yudaisme berhenti memimpin gereja [umat Yahweh], tetap ada sejumlah individu Yahudi yang mempercayai Yahshua.
Mesianik Yudaisme yang hadir saat kini adalah bentuk terakhir dari proses yang memakan waktu sekitar 1000 tahun lampau. Kebangkitan gerakan ini dapat ditelusuri jejaknya di Negara Inggris seputar tahun 1850. Pada saat itu, ada ribuan orang Yahudi yang bertobat kedalam Kekeristenan namun pada akhirnya kehilangan identitas Keyahudian mereka. Pada pertengahan Abad 19 mulailah muncul orang-orang Yahudi yang mulai mempertanyakan dengan menyingkapkan akibat-akibat dari mengikut ‘Yesus’ [nama Yahshua dalam ungkapan gereja-gereja non Yahudi yang anti semit] adalah kehilangan warisan Keyahudiannya. Pertemuan demi pertemuan orang-orang Yahudi yang telah percaya pada Mesias di Inggris, menuntun pada suatu pembentukan di tahun 1813, yaitu tubuh pertama yang mengakui asal usul Keyahudian ‘Yesus’ sebagai Mesias Israel. Perkumpulan ini bernama “Benei Avraham” [Anak-anak Abraham].
Selengkapnya ...