Rasul Yokhanan memulai Kabar Baiknya dengan sebuah pernyataan : “Pada mulanya adalah Firman, Firman itu bersama-sama dengan Tuhan dan Firman itu adalah Tuhan” [Yoh 1:1]…”Firman itu telah menjadi manusia dan diam di antara kita” [Yoh 1:14].
Dalam naskah Greek di tuliskan, “en arche en ho Logos kai ho Logos en pros ton Theon, kai Theos en ho Logos”. Sementara dalam naskah Aramaik di tuliskan, “Beresyit eytuhay hua Malta we hu Malta eytuhay hua lut Alaha we Alaha eytuha hua hu Malta”. Sementara dalam naskah Bahasa Ibrani di terjemahkan, “Bereshit haya ha Davar we ha Davar hayah et ha Elohim we hu ha Davar hayah Elohim”. Sementara dalam Hebraic Root Version New Testament di terjemahkan, “In the beginning was the Word and the Word was with Eloah and Eloah was the Word”
Yokhanan memberikan penjelasan mengenai “Pra Ada” [Pre Existence] dari Sang Mashiah yang di sebutnya dengan, “Davar”, “Malta”, “Logos”. Istilah “Davar” bermakna, “word, saying, speech, news, command, promise, incident, occurance, history, concern, cause, question, law, suit”. Adapun istilah “Malta” bermakna, “something, matter, word, statement”. Sedangkan istilah “Logos”, di artikan sebagai “principle of reason or order immanent in the universe, the principle which imposes form on the material world and constitutes the rational soul in man”. Dalam naskah Yunani, di pergunakan istilah “Logos” untuk Firman. Ada dua persoalan yang hendak di kaji dalam kaitannya dengan istilah Logos.
Artikel Selengkapnya ...