Disebagian besar benua Eropa dan Amerika serta Asia juga Afrika, sudah lazim dikenal dan dilaksanakan oleh kebanyakan orang-orang Kristen, berbagai perayaan spt, Christmass [Natal], Easter [Paskah], Valentine Day [hari kasih sayang], Hallowen [pesta kostum dan arwah-arwah]. Namun kesemua nama hari raya tersebut tidak berhubungan sama sekali dengan Yahshua dan Kitab Suci TaNaKh [ Torah, Nabi-nabi dan Syair] serta Brit Khadasha [Perjanjian Baru] tidak pernah mereferensikan berbagai ibadah yang merupakan ekspresi sinkretisme paganistik dan kekristenan di Barat. Dalam buku, “Biblical Holy Day” dikatakan, “Dunia telah terjerat dalam berbagai penggantian.
Baik penggantian hari raya dalam Kitab Suci maupun nama Yang Maha Kuasa. Keselamatan menjadi sesuatu yang terancam yang datang melalui ketidakpahaman akan keselamatan serta kebutaan iman sehingga menghancurkan Kasih KaruniaNya” [Yahweh New Covenant Assemblies, www.ynca.com, 1999, p.9]. C.J. Koster mengatakan bahwa sebelum Abad ke-3 Ms, para penerus rasuli tidak pernah mengenal dan merayakan hari-hari raya asing tersebut. Bahkan hari-hari raya pengganti tersebut berkaitan dengan adopsi terhadap sistem hari raya kekafiran Eropa pra Mesias [Come Out of Her, My People, Institute for Scriptures Research, 1998, p.27].
Darimana dan bagaimana Christmass dapat masuk dalam sistem perayaan Kekristenan? ………………………………………..
Artikel Selengkapnya ...