TANGGAPAN ATAS TULISAN PD. YERUSALEM BARU
Oleh :
Pdt. Teguh Hindarto, MTh.
Pendahuluan
Baru-baru ini [f1], sebuah tulisan disebarluaskan untuk menyanggah kajian saya yang berjudul “Nama Sang Juruslamat : Eksposisi Historis dan Etimologis”. Tulisan tersebut berjudul, “Sanggahan Naskah Nafiri Yahshua Tentang Nama Sang Juruslamat” dikeluarkan oleh Persekutuan Doa “Yerusalem Baru” dengan alamat Po.Box 484 57100 [Cat :
Solo-Jateng]. Sebenarnya, saya tidak berminat mengkaji persoalan ini karena kita hanya sekedar berkutat dan berputar-putar mengenai HURUF sehingga gagal memahami keseluruhan konteks pembicaraan dan tanggapan yang telah saya tulis sebelumnya. Belum lagi tata bahasa yang kasar dan penuh dengan bias informasi. Namun demikian, saya akan mencoba memberikan tanggapan terhadap tulisan tersebut. Adapun pertimbangan saya untuk menjawab sanggahan tulisan tersebut dikarenakan :
Pertama, penulisnya mengirimkan ke alamat Po.Box saya. Ini mengandung makna bahwa penulisnya inggin ditanggapi.
Kedua, ada beberapa argumentasi dalam tulisan tersebut yang patut untuk di kaji secara serius.
Analisis saya, tulisan ini hasil kerja keroyokan atau kerja bakti beberapa orang, karena terlihat dengan jelas, dimana struktur setiap kalimat berubah-ubah dan sarat dengan nuansa-nuansa informasi distortif mengenai diri saya, yang sudah terlanjur tersebar luas dan diopinikan oleh beberapa individu atau kelompok tertentu. Adapun Kajian dalam tulisan ini saya bagi dalam beberapa topik bahasan sebagai berikut :
Latar Belakang Kajian Kritis Nafiri Yahshua Ministry
Mengapa saya menuliskan kajian berjudul, “Nama Sang Juruslamat: Eksposisi Historis dan Etimologis” dan “Tanggapan Terhadap Peti Mati Yakobus?” Bukan dengan maksud untuk mempermalukan seseorang dalam berbagai tulisannya. Alasan saya untuk menulis tanggapan adalah,
pertama, artikel yang dimuat oleh Renungan Harian Yeshua edisi 023 November 2005 dan edisi 024 Desember 2005 mengenai nama Yeshua sangat bias data dan disertai menyalahkan penggunaan nama Yahshua. Padahal komunitas yang saya gembalakan, berlangganan renungan tersebut. Tentu saja mereka bertanya kepada saya selaku gembala. Maka saya mengulas dalam kotbah sebagaimana sebagiannya saya tuliskan dalam artikel yang saya sebarluaskan. Bahkan saya mengeluarkan himbauan untuk tidak terjebak dalam polemik dangkal tersebut. Saya pun memberikan keleluasaan kepada jemaat untuk memanggil nama Yahshua atau Yeshua, namun saya memberikan sikap teologis agar menyebut nama Sang Juruslamat dengan nama Yahshua, sementara sebagai jembatan untuk berkomunikasi dengan komunitas Kristen lainnya, dipergunakan nama Yesus.
Kedua, membangun suatu tradisi berpikir kritis dan mengkomunikasikan perbedaan dengan argumentasi yang logis dan teologis dengan dilandasi Kasih Mesias. Dua hal diatas, menjadi motifasi saya untuk menuliskan tanggapan tersebut. Perlu anda ketahui, bahwa sejak tahun 2002, persoalan ini sudah mulai terjadi, namun saya tidak pernah melibatkan diri dan mengganggap persoalan yang dangkal dan hurufiah. Namun karena ada keresahan dan beberapa pertanyaan dari rekan-rekan lainnya, maka saya menurunkan kajian kritis saya, sebagai bentuk perbandingan. Demikian penjelasan saya, sehingga tuduhan PD. Yerusalem Baru, sangat tidak beralasan. Beberapa hal yang akan saya soroti dalam kajian ini adalah sebagai berikut :
1. Prasangka negatif yang berlebihan
Beberapa kalimat dalam sanggahan PD. Yerusalem Baru, sarat dengan prasangka-prasangka negatif dan tidak berdasar serta disikapi secara berlebihan. Beberapa indikasi dapat kita simak dalam kalimat berikut :
“Mengingat beredarnya buku Nafiri Yahshua yang rupa-rupanya sang penulis buku tersebut ingin mempertontonkan kepada pembaca bahwa penulis buku tersebutlah yang ‘paling’ pandai dan ‘paling’ hebat dengan mengelabui sang pembaca dengan istilah-istilah yang ‘tinggi’, istilah-istilah ‘asing’ bak seorang profesor, padahal apa yang ditulis itu justru menunjukkan ketidakmampuannya, maka kami pandang perlu untuk menanggapi supaya tidak menyesatkan bagi para pembaca, karena kami tahu persis setelah membaca apa yang penulis Nafiri Yahshua sajikan sedemikian rupa agar pembaca menyangka sang penulis buku tersebut adalah seorang yang ahli dibidang bahasa Ibrani, ternyata setelah kami menelitinya banyak kekeliruan-keliruan dalam penulisan kalimat dalam bahasa Ibrani maupun penulisan cara membacanya” [hal 1].
Tanggapan Nafiri Yahshua Ministry :
Penulis ini hendak menggiring pembacanya sejak awal untuk memiliki prasangka negatif terhadap kajian saya, sehingga timbul opini negatif mengenai diri saya. Perlu saya luruskan, bahwasanya perbedaan pendapat, perbedaan cara menganalisis, perbedaan cara memandang segala sesuatu, janganlah disimpulkan sebagai suatu permusuhan. Apakah Rabbi Hillel dan Rabbi Shamai sepaham? Apakah Paul dan Barnaba sejalan? Apakah Luther dan Calvin sejalan? Dari cara anda memberi penilaian negatif, sesungguhnya anda sedang mempertontonkan kepada para pembaca anda mengenai ketidaksiapan anda menyikapi perbedaan dan keminderan anda melihat orang lain yang memiliki kemampuan lebih.
Saya belum pernah mengidentifikasi diri saya adalah seorang pakar bahasa atau pakar teologia. Dalam salah satu kesempatan seminar, dimana saya pembicarannya, moderator memperkenalkan diri saya sebagai pakar bahasa Ibrani, langsung saya klarifikasi dan tepis. Saya takut menyandang gelar itu. Biarlah jika keluar pujian itu, bukan saat saya berada didepan orang yang memuji, sehingga pujian datang dari Yang Maha Tinggi. Saran saya, fokuskan pada argumentasi masing-masing dan jangan mencampur adukan dengan cemoohan, opini-opini pribadi dan menyerang pribadi seseorang tanpa bukti-bukti memadai, karena itu berkategori pencemaran nama baik.
2. Tuduhan yang tidak berdasar
Selanjutnya PD. Yerusalem Baru menuliskan :
“Jika memang penulis Nafiri Yahshua sebagai seorang intelektual yang bermoral dan beretika, maka koreksi yang akan disampaikan seharusnya ditujukan langsung kepada penulis yang akan dikoreksinya. Namun rupanya penulis Nafiri Yahshua tidak ada pekerjaan sehingga kerjaanya menyerang sesama” [hal 1]
Tanggapan Nafiri Yahshua Ministry :
PD. Yerusalem Baru nampak terlalu bersemangat untuk menyerang dengan tuduhan yang tidak berdasar. Saya menulis kajian saya tentunya ditujukan pada oraang yang saya kritisi. DR. Sanihu Munir saja dari kalangan Islam saya tanggapi via email atas publikasinya yang berjudul, “Yesus Bukan Tuhan”, “Yesus Berdosa”, “Yesus Poligami”, apalagi tulisan rekan-rekan sekerja? Bukan hanya itu, saya pun kadang mengkritisi berbagai kebijakan pemerintahan dalam bidang SOSEKBUDHANKAM, melalui tulisan dimedia massa non keagamaan.. Jadi bukan hanya ditujukan pada sesama Pengagung Nama Yahweh. Saya sudah mengirim via email kepada pribadi yang bersangkutan. Tidak pernah ditanggapi. Kenapa saya perluas pengirimannya? Itu dikarenakan efek tulisan dalam Renungan Yeshua, cukup luas karena dikonsumsi oleh komunitas lainnya. Maka saya pun mengirimkan kajian tersebut sebagai perimbangan opini, itupun jumlahnya tidak sebesar publikasi Renungan Yeshua.
Saran saya, fokuskan pada argumentasi dan bukan mengurusi soal-soal yang tidak anda ketahui. Apalagi menuduh saya sebagai orang yang kurang kerjaan. Kalau Edward Said [seorang intelektual Arab Kristen] yang selalu mengkritisi tulisan kaum Orientalis Barat Kristen yang dianggapnya tidak obyektif tentang Islam, apakah lantas Edward Said adalah seorang yang kurang kerjaan? Terbiasalah dengan iklim perbedaan pendapat dan sikapilah perbedaan pendapat dengan wajar.
Mengkritisi Sanggahan PD. Yerusalem Baru
PD. Yerusalem Baru:
Sebenarnya kitab-kitab yang ditampilkan oleh penulis Nafiri Yahshua yang menulis nama Sang Mesias dengan Yahoshua hanya kitab “The Scripture” yang diterbitkan di Afrika Selatan dimana edisi pertama dikeluarkan pada tahun 1993, itupun menggunakan huruf Yod, He, Waw, Shin, Ayin, yang bila dibaca bukan berbunyi Yahshua [hal 2]
Tanggapan Nafiri Yahshua Ministry :
Jumlah kitab-kitab yang saya kutip, sengaja saya batasi. Tujuan saya, untuk memperlihatkan kepada pembaca bahwa ternyata penulisan nama Sang Juruslamat adalah beragam. Ada yang menulis Yesus, Jesus, Yeshua, Yahushua, Yahshua. Perbedaan-perbedaan tersebut bukan untuk dikonfrontasikan melainkan disintesakan dan dianalisis. Dalam penelitian saya, jatuh pada kesimpulan bahwa varian-varian penulisan nama tadi bukan suatu kejahatan penyalin atau penerjemah Kitab Suci, melainkan suatu cara pandang yang dipengaruhi asumsi masing-masing penerjemah. Dan saya menyimpulkan bahwa bentuk yang paling proper dari nama Sang Mesias adalah Yahshua [identik dengan nama hamba Moshe namun bukan Yahshua ben Nun] namun pasca pembuangan dituliskan Yeshua, disalin dalam naskah Greek menjadi Iesous, disalin dalam terjemahan Inggris menjadi Jesus dan dalam bahasa Indonesia menjadi Yesus.
Rasanya tidak perlu saya deretkan mengenai kitab-kitab suci yang menggunakan nama Yahshua. Anda bisa membaca tulisan saya mengenai “Tanggapan Terhadap Penemuan Peti Yakobus”, dimana saya menderetkan beberapa sampel Kitab Suci yang menggunakan nama Yahshua maupun Yeshua [hal 8-10].
PD. Yerusalem Baru:
Bila nama Yeshua itu merupakan akibat dari kontraksi Nama Y’hoshua, apakah sang penulis Nafiri Yahshua boleh dengan serta merta mengganti Nama Sang Mesias dari Yeshua menjadi Yahshua? Sedangkan DR. David Stern sendiri menulis Nama Sang Juruslamat dengan Nama Yeshua, bukan Y’hoshua apalagi Yahshua karena DR. David Stern paham betul bahwa Nama Sang Juruslamat ketika berada di dunia ini adalah Yeshua [hal 2]
Tanggapan Nafiri Yahshua Ministry :
Dengan DR. David Stern mengakui bahwa nama Y’shua merupakan kontraksi [bentuk singkat] dari Y’hoshua, maka secara IMPLISIT, beliau mengakui bahwa nama Mesias yang proper adalah Yahshua [ada yang mengeja Y’hoshua, Yahoshua, Yahushua].
Ini setara dengan beberapa kebiasaan komunitas Jews Orthodox yang mengeja Rabbi Maimonindes dengan bentuk kontraksi RAMBAM. Apakah RAMBAM dan Rabbi Maimonindes merupakan pribadi yang berbeda? Tentu tidak bukan? Demikian pula dengan penyebutan Yahshua dengan Yeshua.
PD. Yerusalem Baru:
Jesus [Inggris] dalam bentuk Ibraninya adalah Yeshua, bukan Jehoshua dan dalam Kitab Bilangan 13:16 itu bukan Yeshua Sang Penyelamat yang dilahirkan dari Perawan Miryam melainkan hambanya Moshe, jadi ini beda pribadi, bukan seperti yang disangkakan oleh penulis Nafiri Yahshua sehingga mengutip pendapat Robert Jamieson, karena Bilangan 13:16 jika dibaca berbunyi “ele sh’mot ha’anashim a’sher-shalakh Moshe latur et ha arets wayiq’ra Moshe l’hoshea bin nun Yahoshua”[hal 2]
Tanggapan Nafiri Yahshua Ministry :
Anda mengakui pendapat Stern bahwa nama Yeshua adalah kontraksi dari Y’hoshua namun anehnya, menolak pendapat Jamieson yang sependapat dengan Stern [meskipun yang satu menggunakan nama Jesus sementara yang lain menggunakan nama Yeshua] bahwa Yesus adalah “bentuk Ibrani Jehoshua”. Apa yang dikemukakan Stern dan Jamieson merupakan penelitian terhadap akar kata nama Yesus [yang oleh banyak komunitas Jew Mesianic disebut Yeshua] yang berasal dari Yahshua [ada yang mengeja Yahushua, Yahoshua, Y’hoshua].
Memang benar, antara hambanya Moshe dan putra Miryam adalah pribadi yang berbeda. Saya pun tidak menyebutkan bahwa nama ini merupakan pribadi yang sama. Namun nama mereka IDENTIK. Ini setara dengan Yahshua ben Yahtsadak [Hag 1:1-2], Yahshua petinggi Yerusalem dimasa pemerintahan Yosia [2 Raj 23:8] dan pemilik ladang Beth Shemesh [1 Sam 6:14]. Apakah nama-nama yang setara ini mengidikasikan tokoh yang sama? Bagaimana anda begitu dangkal menuduh saya tidak mengetahui perbedaan antara Yahshua Ben Nun dan Yahshua ha Mashiah??
PD. Yerusalem Baru:
Rupanya penulis Nafiri Yahshua sudah mulai bingung dengan keabsahan Nama Sang Juruslamat adalah Yahshua, sehingga penulis Nafiri Yahshua menyandingkan dengan nama Yahoshua yang adalah Nama hambanya Moshe! Darimana nama Yahshua muncul? Dari awal semua kutipan naskah yang dikutip oleh penulis Nafiri Yahshua tidak pernah ada yang menulis nama Sang Juruslamat dengan nama Yahshua! Darimana penulis Nafiri Yahshua mendapatkan nama ini? [hal 3]
Tanggapan Nafiri Yahshua Ministry :
Kebingungan yang anda tuduhkan pada diri saya, hanyalah opini yang dipaksakan kepada diri saya, sehingga mengiring para pembaca kepada kesimpulan bahwa saya mengalami kebinggungan membedakan Putra Nun dan Putra Miryam. Untuk persoalan ini, sudah saya jelaskan diatas. Mengenai darimana saya mendapatkan nama “Yahshua”, merupakan analis saya terhadap berbagai pendapat mereka yang telah terlebih dahulu menggumuli mengenai persoalan ini. Dalam kacamata pemahaman saya, nama fwvhy dieja “Yahshua”. Mengapa? Karena huruf vhy mewakili Tetragrammaton hwhy [YHWH]. Memang, ada yang mengeja “Yahu”, ada yang mengeja “Yaho” ada yang mengeja “Yeho”, juga ada yang mengeja “Yah”. Nah, semua opsi tersebut harus dianalisis dan bukan dituduh sesat dan salah. Saya memutuskan bahwa speeling vhy adalah “YAH” karena v disana bukan berfungsi sebagai huruf hidup “o”, “u” namun “W” sebagai bagian dari Tetragramaton YHWH. Jika memang berfungsi sebagai huruf hidup “o” atau “u”, maka konsekwensinya, ucapan hwhy adalah YAHUWEH atau bahkan menjadi YAHUH. Jika ini pilihannya, maka tetragrammaton YHWH, tidak cocok dengan YAHUWEH maupun YAHUH. Bukankah jika ucapannya YAHUWEH akan menjadi YHUWH? Demikian pula ucapan YAHUH akan menjadi YHUH?
Maka, ucapan fwvhy menjadi “Yahshua” yang merupakan dua suku kata “Yah” dan “Shua” yang bermakna “Yahweh Keselamatan”.
Darimana keyakinan bahwa nama Sang Mesias Putra Maryam adalah nama-Nya identik dengan hambanya Moshe? Dari hasil menganalisis ekposisi beberapa ayat berikut. Dalam naskah SEPTUAGINTA Perjanjian Lama [Abad 3 SM], nama hambanya Moshe yaitu Yahshua ditulis IESOUS sebagaimana tertulis dalam Yahshua 1:10 di bawah ini :
• TaNaKh Versi Masoretic Teks

• TaNaKh Versi Septuaginta
Berarti nama IESOUS sudah lama dipergunakan, jauh sebelum penulisan Kitab Perjanjian Baru. Maka tidak mengherankan jika nama Greek untuk Sang Juruslamat “IESOUS” adalah nama yang identik dengan hambanya Musa namun berbeda pribadi. Fakta ini diperjelas, jika kita melihat beberapa bagian dalam Perjanjian Baru naskah Greek yang menuliskan IESOUS untuk Yahshua ben Nun sebagaimana contoh berikut :
Kisah Rasul 7:45
Ibrani 4:7

Namun anehnya, naskah terjemahan manapun menerjemahkan bahwa nama tokoh yang dimaksud adalah “Joshua” atau “Yoshua” atau “Yahshua” sebagaimana terjemahan New Revised Standard Version dibawah ini :
Kisah Rasul 7:45
Our ancestors in turn brought it in with Joshua when they dispossessed the nations that God drove out before our ancestors. And it was there until the time of David,
Ibrani 4:7
For if Joshua had given them rest, God would not speak later about another day.
Jika penerjemah dalam bahasa Inggris [maupun Indonesia] konsisten, seharusnya nama dalam ayat tersebut di tulis YESUS/ JESUS namun mengapa justru ditulis YOSHUA/JOSHUA ?? Apa artinya fakta-fakta ini bagi kita? Fakta ini menjelaskan pada kita bahwa nama Sang Juruslamat IDENTIK dengan hambanya Moshe yaitu Yahshua [ada yang mengeja Yahushua, Yehoshua, Y’hoshua, Jehoshua] yang jika ditulis dalam naskah Greek menjadi IESOUS. Penulisan IESOUS untuk Sang Juruslamat, mengacu pada naskah SEPTUAGINTA, dimana nama hambanya Moshe ditulis dengan IESOUS. Dari sinilah titik berangkat saya dalam meyakini nama sang Juruslamat adalah YAHSHUA.
PD. Yerusalem Baru:
Muncul pertanyaan saya...apakah Sang Juruslamat kita telah terlahir di dunia ini sebagai manusia sejak masa sebelum ‘masa pembuangan’ sehingga dianggap tepat menggunakan nama Yahshua? [jangan salah paham pak] Padahal semua yang dikutip tidak pernah ada nama tersebut? Yang ada adalah Yahoshua bukan Yahshua???!! Dan apakah Sang Juruslamat kita itu komplain saat diberi nama Yeshua dengan mengatakan, ‘Jangan memanggil Aku Yeshua, tetapi pangillah Aku dengan nama Yahshua?” [hal 3]
Tanggapan Nafiri Yahshua Ministry :
Itu kesimpulan anda yang keliru akibat terlalu bersemangat membantah argumentasi saya, sehingga menganggap bahwa Yahshua adalah sekedar nama anak Nun dan tidak setara dengan nama sang Juruslamat. Lihat kembali penjelasan saya diatas.
PD. Yerusalem Baru:
Yeshua adalah nama diri, sama seperti Yahweh yang adalah nama diri, sehingga tidak dapat diterjemahkan atau berevolusi seperti binatang versi teori Darwin! Bagi kami nama Yeshua di negara manapun ya tetap Yeshua nama-Nya dan nama ini tidak ada seorangpun yang berhak untuk menggantinya, seperti halnya nama Yahweh. Pendapat salah ya jangan diikuti donk! Apakah mentang-mentang pendapat orang bule sehingga dianggap kebenaran? Waah...waaah..bagaimana ini? [hal 3]
Tanggapan Nafiri Yahshua Ministry :
Anda menyamakan istilah “evolusi” yang saya tuliskan sehubungan dengan nama Yahshua menjadi Yeshua, seperti konsep evolusi Darwin, dimana ada perpindahan eksistensi substansi mahluk A menjadi substansi mahluk B. Namun ini bukan apa yang saya maksudkan.
Maksud saya mengatakan “evolusi” adalah dalam pengertian bahwa nama Yahshua telah mengalami berbagai varian pengucapan dari Yahshua, Yeshua, Iesous, Jesus dan akhirnya Yesus. Itu merupakan bahasa fenomenal dan teknis untuk menggambarkan peralihan bentuk huruf namun tidak mengubah essensi tokoh yang dimaksud. Ini setara dengan nama Dawid menjadi David, menjadi Daud. Nama Yaakov menjadi Iakobous, Jacob, menjadi Yakobus. Inilah yang saya maksudkan evolusi itu. Nama-nama yang menyebut essensi yang sama namun karena berbagai kendala phonetis, sehingga menghasilkan berbagai bunyi yang varian.
Mengenai pendapat orang bule, anda tidak perlu menuduh saya mengkultuskan pendapat-pendapat mereka. Wajar dalam dunia akademik ilmiah dan tata tulis argumentatif untuk mencari dasar argumentasi dari berbagai literatur yang dikutip tanpa harus setuju atau tidak dengan keseluruhan pendapat mereka. Ini masih lebih baik, daripada menuliskan argumentasi tanpa dasar dan dukungan literatur dan cukup hanya dengan mengatakan, “sebagaimana yang ada tertulis dalam Kitab Suci, Firman Tuhan”. Padahal, kenyataannya, merujuk pada apa yang tertulis, tanpa menganalisis, akan terjerumus dalam miskonsepsi yang buruk.
PD. Yerusalem Baru:
..Memang kata Yahshua itu kependekan dari Yahweh dan Shua tetapi itu tidak pernah dipakai sebagai nama diri, melainkan dua kata yang dijadikan satu. Kalau Yahweh Shua itu tersirat dari hasil kata kerja “Yosia” dasarnya apa? Kami jadi meragukan penulis Nafiri Yahshua paham bahasa Ibrani atau tidak? Secara gramatikal, kata “Yoshia” merupakan dua unsur kata yaitu “sha’a” fyw = bentuk lampau, shua fww= bentuk sedang dan “shia” fyw = bentuk yang akan datang, dengan kata sandang awalan Yod [Dia], jadi dalam hal ini “Yoshia” berarti Dia akan Menyelamatkan. Kata “Yeshua” fwwy adalah berarti “Dia menyelamatkan”, kata “Yasha” fwy berarti Dia telah menyelamatkan sedangkan penulis Nafiri Yahshua menduga bahwa kata “Yosia” itu menyiratkan nama Yahweh Shua karena huruf “Yod” didepan Shua dianggap merupakan kependekkan dari nama Yahweh seperti halnya Yahoshua. Pengertian seperti ini tidak sesuai dengan Tata Bahasa Ibrani dan merupakan proses pembodohan bagi yang tidak memahami bahasa Ibrani” [hal 4]
Tanggapan Nafiri Yahshua Ministry :
Wah, darimana anda mendapatkan keterangan bahwa Yahshua bukan nama diri ? Coba perhatikan nama berikut:
Nama diatas merupakan nama hambanya Musa [Yos 1:10]. Huruf tersebut terdiri dari Yod, He, Waw, Shin, Ayin dengan tambahan tanda vokal Masora shewa [e, pepet], holem, qibus dan patakh. Jika jujur pada teks, maka akan di baca Y
EH
OSH
UA. Namun karena penulisan tanda baca masora shewa pada Yod dipengaruhi oleh tradisi rabbinik yang menghindari nama Yahweh, maka seharusnya disematkan tanda baca masora qamets, yang akan menghasilkan bunyi "a". Dan waw disana bukan berfungsi sebagai huruf hidup "o" melainkan "w" yang merupakan bagian dari Tetragramamotan YHWH, sehingga dalam perspektif Nafiri Yahshua Ministry akan dibaca "Y
AHSH
UA". Huruf "w" dibunyikan lemah, sehingga tidak perlu dituliskan.
Mengenai kata "Yoshia", anda salah memahami maksud ulasan saya dan membuat opini bahwa saya begitu bodoh dengan mengganggap bahwa kata "Yoshia" adalah kependekkan dari Yahshua. Selengkapnya kalimat yang saya tuliskan dalam Nama Sang Juruslamat, "
Arti kehadiiran Yahshua tersirat dalam pernyataan nama yang diberikan malaikat, yaitu “Yahshua” [Yah = Yahweh dan Shua = Menyelamatkan] dan tersirat dari kata kerja “Yosia” [Ibr] atau “Sosei” [Yun] yang bermakna “Dia akan menyelamatkan” [hal 4].
Jika anda teliti dan tidak berprasangka negatif, sebenarnya secara wajar kalimat tersebut tidak bermaksud seperti yang anda tuduhkan. Kalimat tersebut hendak memberitahukan bahwa kata “Dia menyelamatkan” [yoshia] menunjuk pada “
pribadi yang melakukan aktivitas yaitu
penyelamatan”, yaitu Yahshua [short form, Yeshua]. Jadi kata “Yosia” bukan kependekan Yahweh Shua sebagaimana anda tuduhkan. Dalam hal ini, saya tengah melakukan proses hermenutis yang disebut “eksegese teks dan konteks Matius 1:21. topik kajian saya berkaitan dengan kalimat diatas adalah dalam rangka menerangkan ARTI KEHADIRANNYA, yaitu menyelamatkan.
Jangan terlalu bersemangat menuduh orang lain mempertontonkan kesombongan terhadap kepandaiannya. Karena inipun tidak lebih baik daripada mempertontonkan kedangkalan menilai analisis seseorang, sebagaimana yang anda lakukan terhadap kajian saya.
PD. Yerusalem Baru:
Sangat disayangkan kutipan kalimat tersebut sudah dipotong karena kalimat yang sengaja dipotong itu memuat nama Yeshua dengan huruf Yod, Shin, Waw, Ayin yang berbunyi Yeshua bukan Yahoshua [fwvhy] apalagi Yahshua [fvwhy] ! Dalam Haverit Hakhdasha, nama sang Juruslamat tidak pernah ditulis dengan huruf [fwvhy] apalagi [fvwhy] melainkan fwwy [hal 4]
Tanggapan Nafiri Yahshua Ministry :
Yang saya maksud Ha Berit Ha Khadasha, bukan hanya bermakna Kitab Perjanjian Baru versi Hebrew yang dikeluarkan UBS, namun menunjuk pada istilah terhadap Kitab Perjanjian Baru, dalam bahasa Ibrani, sehingga keputusan mengenai pengucapan nama Sang Mesias, belum tentu sama dengan anda atau terbitan UBS. Oleh karena itu, saya potong kalimatnya bukan dengan maksud memotong konteks namun menukil kalimat sebatas yang diperlukan.
PD. Yerusalem Baru:
Waaah...waah...waah.. ini mengutipnya bagaimana sih? Koq salah-salah begini? Apa menggunakan komputer hanya dengan cara ‘copy paste’ aja ya? Sehingga cara bacanya juga keliru lagi!...Inipun penulis Nafiri Yahshua salah dalam mengutip ayat tersebut dalam huruf Ibraninya maupun membacanya...[hal 4]
Tanggapan Nafiri Yahshua Ministry :
Terimakasih atas koreksi anda. Sejujurnya, itu merupakan kekeliruan teknis, dikarenakan ketika dilakukan “enter” terhadap huruf-huruf hebrew dalam komputer, menghasilkan kalimat sebagaimana diatas. Saya baru menyadari setelah saya baca-baca ulang. Terimakasih telah turut membantu mengoreksi, sehingga dilain kesempatan saya akan lebih cermat dan seksama dalam menyalin huruf Hebrew. Ini terbukti dari kutipan huruf latin dari teks, cocok dengan susunan kalimat dalam huruf Ibraninya sebagaimana saya kutipkan dibawah ini .
Kekeliruan teknis yang saya lakukan adalah “tercampurnya kata dalam rangkaian kalimat huruf Ibrani”, menuliskan “haya” menjadi “ha”. Namun anda menambahkan bahwa saya seolah-olah menuliskan “nikhyar” padahal nikhya. Selengkapnya lihat kutipan tulisan saya dihalaman 5 berikut :
Yokhanan menuliskan, “beresyit ha ha davar, we ha davar haya im ha Elohim we Elohim haya ha Davar…ha Davar nikhya basyar we shakan betokenu” [Yoh 1:1,14]
PD. Yerusalem Baru:
Disini penulis Nafiri Yahshua berusaha untuk membodohi pembaca dengan memberikan kesimpulan bahwa “Kamus STRONG” tidak mengindikasikan bahwa nama Sang Juruslamat adalah Yeshua. Coba lihat lagi konkordansi STRONG 3442 Hebrew and Chaldee Dictionary, justru mempunyai indikasi yang sangat kuat bahwa nama Yeshua itu nama asli Sang Juruslamat dan terkait dengan STRONG 3091 Hebrew and Chaldee Dictionary, yang terkait juga dengan STRONG 2424 [Greek Dictionary of the New Testament] yaitu Iesous. Jadi sangat jelas bahwa nama Yeshua yang dimaksud dalam STRONG 3442 tersebut diatas saling terkait dengan STRONG 2424[hal 7]
Tanggapan Nafiri Yahshua Ministry :
Baiklah, anda masih penasaraan juga dan tidak percaya dengan kesimpulan saya bahwa STRONG tidak pernah menyebutkan Yeshua sebagai Putra Maryam. Saya akan kutip numerisasi yang anda rujuk dan silahkan menilai, pada bagian mana STRONG menegaskan pernyataan sebagaimana yang anda simpulkan.
3442 { yay-shoo’-ah}
for 3091;;
AV - Jeshua 29; 29
GK - 3800 { ['WvyE} & 3801 { ['WvyE
Jeshua = “he is saved” [n pr m]
1)
son of Nun of the tribe of Ephraim and successor to Moses as the leader of the children of Israel; led the conquest of Canaan
2)
son of Jehozadak and high priest after the restoration
3)
a priest in the time of David who had charge of the 9th course
4)
a Levite in the reign of Hezekiah
5)
head of a Levitical house which returned from captivity in Babylon
father of a builder of the wall of Jerusalem in the time of Nehemiah [n pr loc]
7)
a town in southern Judah reinhabited by the people of Judah after the return from captivity
3091{ yeh-ho-shoo’-ah} or{ yeh-ho-shoo’-ah}
from 3068 and 3467;
AV - Joshua 218; 218
GK - 3397 [ ['vuwhoyÒ ]
Joshua or Jehoshua = “Jehovah is salvation” [n pr m]
1)
son of Nun of the tribe of Ephraim and successor to Moses as the leader of the children of Israel; led the conquest of Canaan
2)
a resident of Beth-shemesh on whose land the Ark of the Covenant came to a stop after the Philistines returnedit
son of Jehozadak and high priest after the restoration
governor of Jerusalem under king Josiah who gave his name to a gate of the city of Jerusalem
2424 { ee-ay-sooce’}
of Hebrew origin 3091; TDNT - 3:284,360; n pr m
AV - Jesus 972, Jesus (Joshua) 2, Jesus (Justus) 1; 975
GK - 2652 { jIhsou`" }
Jesus = “Jehovah is salvation”
Joshua was the famous captain of the Israelites, Moses’ successor
Jesus, son of Eliezer, one of the ancestors of Christ
Jesus, the Son of God, the Saviour of mankind, God incarnate
Jesus Barabbas was the captive robber whom the Jews begged Pilate to release instead of Christ
Jesus, surnamed Justus, a Jewish Christian, an associate with Paul in the preaching of the gospel
Silahkan lihat STRONG no 3442, dalam kamus tersebut dijelaskan bahwa YESHUA menunjuk pada beberapa tokoh dan tempat sbb : Putra Nun, Putra Yahtsadaq, nama Imam di masa Daud, seorang Lewi di zaman HezekYah, nama kota disebelah selatan Yahda [Y’huda]. Tolong tunjukkan pada saya, adakah kalimat yang menuliskan, “Son of Mary?” atau “Putra Miryam?”
Silahkan lihat STRONG no 3091, dalam kamus tersebut dijelaskan bahwa Joshua atau Jehoshua [Yahshua] menunjuk pada beberapa nama dan tempat sbb : Putra Nun, pemilik ladang Beth Shemesh, Putra Yahtsdaq, penguasa wilayah Yerusalem di masa Raja Yosia. Tolong tunjukkan pada saya, adakah kalimat yang menuliskan, “Son of Mary?” atau “Putra Maryam?”
Silahkan lihat STRONG no 2424, dalam kamus tersebut dijelaskan bahwa Jesus dihubungkan dengan sejumlah nama sbb : Joshua [Yahshua], Putra Eliezer, Putra Elohim, Jesus Justus dan Jesus Barabas. Silahkan buktikan pada saya bahwa dalam kamus STRONG no 2424 ada pernyataan bahwa YESHUA adalah Putra Maryam?? Yang ada adalah YESUS, dimana YESUS ada kaitannya dengan JOSHUA atau YAHSHUA.
Nah, saya sudah secara konsisten membuat klasifikasi sesuai yang anda minta. Lalu pada kalimat mana yang mengindikasikan secara tersurat maupun tersirat yang mendukung kesimpulan anda bahwa YESHUA adalah Putra Maryam??
PD. Yerusalem Baru:
Waahh..waah...waah.. rupanya penulis Nafiri Yahshua ini mengutip sana-sini ingin dipandang sebagai penulis yang ilmiah dan dipandang sebagai seorang kutu buku, bagaikan professor tanpa disertai pemahaman apa yang sedang dikutipnya tersebut, terbukti dari penulis Nafiri Yahshua mengutip Yahoshua, Yeshua, Yeshuah, Yasha, Yoshia, sebagai varian dari pada nama Sang Juruslamat. Padahal Enchanced Strong’s Lexicon yang dikutip oleh penulis Nafiri Yahshua tidak mengatakan bahwa nama Yahoshua, Yeshua, Yeshuah, Yasha, Yoshia adalah sebagai varian dari nama Sang Juruslamat. Apakah ini bukan merupakan pembodohan publik? [hal 7]
Tanggapan Nafiri Yahshua Ministry :
Tolong kutipkan kalimat mana dalam tulisan saya yang menyatakan secara eksplisit bahwa Yahshua, Yeshua, Yesha, Yasha, Yosia adalah varian nama Sang Juruslamat?? Saya hanya menjelaskan bahwa nama Yeshua merupakan varian lain dari Yahshua. Ini setara dengan nama Yaakov menjadi Jacob, Yakobus. Setara pula dengan RAMBAM atau Rabbi Maimonindes. Jika asumsi awal anda terhadap tulisan saya negatif, maka simpulan yang dihasilkan akan selalu negatif. Ini menyebabkan anda berulangkali jatuh pada tudingan-tudingan yang tidak berdasar atas kajian saya.
PD. Yerusalem Baru:
Kami ingin bertanya kepada penulis Nafiri Yahshua, apakah yang sudah tertulis dalam SEPTUAGINTA tidak bisa salah? Apakah anda tidak tahu bahwa naskah Septuaginta telah mengalami beberapa kali revisi mulai dari Septuaginta yang masih memuat nama Yahweh yang ditulis IAUE sampai Septuaginta yang telah menghapus nama Yahweh. Kalau SEPTUAGINTA tidak bisa salah, mengapa direvisi? Tidak tahukah anda bahwa Septuaginta itu terjemahan dari naskah aslinya yaitu dari bahasa Ibrani? Dari segi kewibawaan naskah, mana yang lebih benar, yang asli atau yang terjemahan? Kalau dalam naskah asli berbahasa Ibrani menyatakan nama hambanya Moshe itu bernama Yahoshua lalu dalam kitab terjemahan Septuaginta menyatakan hambanya Moshe itu adalah IESOUS, mana yang benar? Yahoshua atau IESOUS yang adalah nama hambanya Moshe? Bukankah anda tahu bahwa nama diri tidak dapat berubah dan tidak boleh diterjemahkan atau disalin-salin seenaknya sendiri.
Tanggapan Nafiri Yahshua Ministry :
Tolong definisikan dengan benar arti kata SALAH pada saya. Jangan terburu nafsu.
Berbicara mengenai kata “salah” , bagaimana anda harus menjelaskan berbagai teks dalam naskah Ibrani yang tidak cocok seperti kasus dalam 2 Samuel 8:11-12 dan 1 Tawarikh 18:11 mengenai orang Aram dan orang Edom. Lalu kasus dalam 2 Samuel 8:8 dan 1 Tawarikh 18:8 mengenai kasus Betah dari Borotai dan Tibhat dari Kun. Jika memakai logika “hitam dan putih” atau “salah dan benar”, anda harus konsisten memilih, salah satu dan secara konsisten pula mengatakan yang satu benar dan yang lain salah, karena tidak mungkin kedua-duannya benar dan sekaligus kedua-duanya salah.
Berbicara mengenai kata “asli”, tolong definisikan terlebih dahulu mengenai kata “asli”. Jika anda berpendapat kata asli bermakna bahwa Kitab TaNaKh versi Masoretik adalah lebih asli dari Septuaginta, maka anda cukup kekurangan informasi. Para arkeolog telah membuktikan bahwa naskah Dead Sea Scroll TaNaKh, umurnya lebih tua dari TaNaKh Masoretik. Dan didalamnya diakui adalah sejumlah varian teks ibrani. Kitab TaNaKh Masoretik yang ditemukan, paling tua berumur 900 Ms sementara TaNaKh Dea Sea Scroll berasal dari tahun 125 Ms [Josh Mc Dowell, Evidence That Demand A Verdict, 1972:p.61]. Ada jarak 1000 tahun antara Dea Sea Scroll TaNaKh dan TaNaKh Masoretik.
Jika mengikuti logika anda mengenai kata “asli”, maka yang lebih asli adalah Dead Sea Scroll dan bukan Masoretik. Namun jika anda membaca Kamus Bahasa Indonesia, salah satu kata “asli” bermakna, “ yang mula-mula” entah itu berwujud teks atau barang. Jika kategori ini yang dimaksud, maka semua naskah asli yang pertama ditulis, baik TaNaKh maupun Besorah, TIDAK ADA!! Yang ada adalah naskah salinan. Dan diantara naskah salinan sendiri sudah banyak varian teksnya, meskipun tidak mengubah makna maupun alur suatu kisah atau peristiwa dalam Kitab Suci.
Konsekwensinya, sikap menyalahkan eksistensi historis Septuaginta dengan mendasarkan pada keaslian TaNaKh, merupakan argumentasi yang cacat historis.
PD. Yerusalem Baru:
Perlu anda ketahui bahwa dalam bahasa Yunani, tidak mengenal huruf “Y” [Yod], “H” [He], dan W [waw], maka tidak usah binggung ketika nama YAHOSHUA disalin dalam huruf Yunani dan setelah ditambahkan gelar US dibelakang namanya menjadi IESOUS, demikian juga penulisan nama Yeshua yang anaknya Miryam dalam naskah Yunani Perjanjian Baru, ditulis menjadi IESOUS. Bukan berarti dalam penulisan nama Yahoshua yang anaknya Nun tersebut kita dapati sama dengan penulisan nama Yeshua yang anaknya Miryam [Sang Juruslamat] di dalam naskah Yunani, lalu kita menganggap bahwa nama ini sama identik tanpa memperhatikan grammafologi yang melatarbekangi penulisan naskah Yunani tersebut.
Tanggapan Nafiri Yahshua Ministry :
Anda menuduh saya pada bagian awal tulisan anda bahwa saya mulai kebingungan dalam membuktikan eksistensi nama Yahshua, namun jika saya melihat penjelasan anda dalam bagian ini, SANGAT KONTRADIKTIF PADA DIRINYA SENDIRI. Mari kita perhatikan kalimat anda sebelumnya :
Kalau dalam naskah asli berbahasa Ibrani menyatakan nama hambanya Moshe itu bernama Yahoshua lalu dalam kitab terjemahan Septuaginta menyatakan hambanya Moshe itu adalah IESOUS, mana yang benar? Yahoshua atau IESOUS yang adalah nama hambanya Moshe?
Lalu bandingkan dengan kalimat dibawahnya, masih dalam paragraf yang sama :
Perlu anda ketahui bahwa dalam bahasa Yunani, tidak mengenal huruf “Y” [Yod], “H” [He], dan W [waw], maka tidak usah binggung ketika nama YAHOSHUA disalin dalam huruf Yunani dan setelah ditambahkan gelar US dibelakang namanya menjadi IESOUS, demikian juga penulisan nama Yeshua yang anaknya Miryam dalam naskah Yunani Perjanjian Baru, ditulis menjadi IESOUS.
Dalam kalimat sebelumnya, anda menjelaskan bahwa harus salah satu yang benar dan yang lain yang salah, Yahoshua atau Iesous? Namun anehnya, dalam kalimat berikutnya, anda justru memberikan apologi/pembelaan bahwa penggunaan nama IESOUS untuk YAHOSHUA dikarenakan huruf Yunani tidak mengeal huruf Y, dst.., lho, siapa yang sedang bingung dalam hal ini? Kalau mengikuti logika kalimat kedua, maka TIDAK ADA YANG SALAH mengenai penggunaan nama Yahoshua menjadi Iesous, karena memang huruf Yunani tidak memiliki huruf “Yod”, sehingga harus diwakili oleh huruf Yunani “Iota” dan “Epsilon”.
Justru karena kesejajaran yang signifikan antara IESOUS dalam Yahshua [Yosua] 1:10 versi SEPTUAGINTA dengan IESOUS dalam Matius 1:21, memberikan petunjuk tidak langsung bahwa IESOUS seharusnya dieja Yahshua [atau ada yang mengeja Yahoshua, Yahushua, Y’hoshua].
PD. Yerusalem Baru:
Berdasar pada ketentuan bahwa nama diri tidak boleh diterjemahkan dan tidak boleh disalin atau diganti dengan nama yang lain, maka kata Yeshua ben Nun dalam Nehemia 8:17 dalam bahasa Indonesia, bukanlah merupakan penulisan tentang namanya melainkan menulis perbuatannya menyelamatkan bangsa Israel yang dilakukan oleh anaknya Nun, jadi boleh saja menulis Yeshua yang bukan berarti nama diri melainkan perbuatannya, sedangkan ben Nun nya hanya untuk menjelaskan pribadinya. Contohnya : Bambang Triatmodjo adalah anak Soeharto; Direkstur Utama PT Bimantara yang anaknya Soeharto...Bukan berarti anaknya Soeharto itu bernama Direktur Utama PT Bimantara. Jadi kita bisa-bisa saja menyebut identitas seseorang tanpa menyebut nama dirinya tetapi menyebut kegiatannya atau jabatannya.
Tanggapan Nafiri Yahshua Ministry :
Anda setali tiga uang dalam mengambil kesimpulan dengan penulis sebelumnya. Penyimpulan bahwa “Yeshua Ben Nun” bermakna bukan namanya melainkan hanya gelarnya, merupakan proses hermeneutik yang tidak sehat yang disebut “Eisegese” yaitu memasukkan ide/opini pribadi dalam teks, padahal teks tidak memberikan indikasi sebagaimana yang anda simpulkan.
Perhatikan teks TaNaKh versi Masoretik berikut :

E Lalu bandingkan dengan versi Septuaginta berikut :

, adalah jelas bahwa penulisan YESHUA Ben Nun di salin dalam naskah Greek IESOU. Jika memang maksudnya adalah bermakna aktivitasnya dalam menyelamatkan, mengapa naskah Greek tidak menuliskan “Soteria” atai “Sosei” atau “Sozo” dan kalimat sejenis??
PD. Yerusalem Baru:
Mengapa pandangan para teolog pada umumnya menganggap nama Sang Juruslamat itu [Yeshua] identik dengan nama hambanya Moshe [Yahoshua], ini bisa dimaklumi karena para teolog itu telah terbawa kedalam situasi yang mana dalam terjemahan Septuaginta dengan terjemahan naskah Perjanjian baru dalam bahasa Yunani sama-sama ditulis dengan IESOUS bagi nama Yeshua dan Yahoshua. [hal 9]
Tanggapan Kritis Nafiri Yahshua Ministry :
Ini bukan terbawa oleh situasi, melainkan suatu konsekwensi logis dari hasil pengumpulan data secara induktif. Seharusnya anda pun jujur mengakui bahwa jika ditemui fakta-fakta induktif bahwa dalam Yahshua [Yos] 1:10 versi SEPTUAGINTA, nama Yahshua dituliskan IESOUS. Lalu dalam Nehemia 8:17 nama Yeshua Ben Nun disalin dalam bahasa Yunani IESOUS, lalu dalam Matius 1:21 versi Greek, nama Sang Juruslamat ditulis IESOUS. Demikian pula dalam Kisah Rasul 7:45 dan Ibrani 4:7 nama IESOUS malah diterjemahkan Yoshua, maka kesimpulan akhirnya bahwa IESOUS adalah Greek form untuk YAHSHUA [baik Ben Nun maupun Bat Maryam].
Perhatikan skema berikut :
Yahshua 1:10 Versi Septuaginta

, untuk hambanya Musa
Nehemia 8:17 Versi Septuaginta

untuk hambanya Musa
Matius 1:21 Versi Greek

untuk putra Maryam
Kisah Rasul 7:45 Versi Greek

untuk hambanya Musa
[Cat : Berbagai terjemahan menerjemahkan dengan Yoshua, meski naskah Greeknya menuliskan Iesous]
Ibrani 4:7 Versi Greek

untuk hambanya Musa
[Cat : Berbagai terjemahan menerjemahkan dengan Yoshua, meski naskah Greeknya menuliskan Iesous]
Apa arti deretan fakta-fakta diatas? Naskah SEPTUAGINTA dan EUANGGELION menuliskan IESOUS untuk hambanya Musa dan Putra Maryam. Berarti bentuk Greek IESOUS merupakan bentuk yang menuliskan nama yang sama meskipun pribadinya berbeda. Logikanya, jika dalam TaNaKh versi Masoretik, nama putra Nun adalah fwvhy maka secara otomatis nama Putra Maryam adalah fwvhy., dan dieja Yahshua [ada yang mengeja Yahoshua, Yahushua, Yehoshua, Y’hoshua]. Fakta-fakta ini yang gagal untuk anda perhatikan dan sekedar mengikut apa yang tertulis dalam Ha Berit Ha Khadashah.
PD. Yerusalem Baru:
Memang tetragrammaton Yod, He, Waw, He, bila kita ucapkan akan berbunyi “Yahuwe” namun bunyi vokal U sudah terwakili oleh huruf Waw itu sendiri, karena huruf Waw itu memang dalam Ibrani dapat mewakili bunyi O, U dan W. Jadi menurut hemat kami, penulis Nafiri Yahshua tidak bisa dengan seenaknya dengan dalih seperti yang disajikan, mengubah nama Yahoshua menjadi Yahshua terlebih-lebih naa Yeshua menjadi Yahshua [hal 11]
Tanggapan Nafiri Yahshua Ministry :
Jika anda berpandangan bahwa ucapan yang proper dari YHWH adalah “Yahuweh”, maka anda tidak perlu menyebutkan lagi “Yahweh”, karena itu tidak konsisten. Dalam kasus apa bahwa huruf vokal “U” sudah terwakili oleh huruf “Waw?” Coba simak skema berikut :
Jika ucapan propernya Y
AH
UW
EH, maka telah terjadi penambahan berganda pada huruf “Waw” [w] yaitu “U” dan “W”. Menurut saya, ini tidak tepat. Huruf “Waw” dalam kasus “YHWH”, berfungsi sebagai huruf mati [W] dan bukan huruf hidup [U], sehingga pengucapannya adalah YAHWEH.
PD. Yerusalem Baru:
Kalau sipenulis Nafiri Yahshua bertanya apakah Kitab Ha Berit Ha Khadasha merupakan kitab Perjanjian Baru berbahasa Ibrani asli? Kami menjawab dengan tegas bahwa jawabannya adalah YA! Tapi kalau anda bertanya apakah Kitab Ha Berit Ha Khadasha merupakan hasil terjemahan dari naskah-naskah tertentu, kami menjawab YA! Dalam penjelasannya, penulis Nafiri Yahshua menggiring pembaca dalam halaman 14-15 seolah-olah Kitab Ha Berit Ha Khadasha merupakan terjemahan dari Kitab berbahasa Yunani 100%. Coba anda perhatikan Kitab Wahyu 14:1 dalam bahasa Yunani ditulis : “...to onoma to Patros...” yang artinya, “...the name of the Father...”, Bandingkan dengan Kitab Ha Berit Ha Khadsha diayat yang sama sbb :...yang jika dibaca berbunyi, “...shemo we shem aviw...” yang artinya, “...Nama-Nya dan Nama Bapa-Nya...”. jadi kesimpulannya Kitab ha Berit Ha Khadasha dalam beberapa bagian menerjemahkan dari naskah Yunani dan beberapa bagian yang lain menerjemahkan dari naskah-naskah yang masih tersedia. Jadi bukan keseluruhannya Kitab Ha Berit Ha Khadasha merupakan terjemahan dari naskah Yunani seperti yang disangkakan oleh penulis Nafiri Yahshua. Dan lagi, kalau Kitab Ha Berit Ha Khadasha berkiblat dari naskah Yunani, nama Mesias bukan Yeshua [['WvyE] hurufnya Yod, Shin, Waw, Ayin tetapi IESOUS [swvy] yang hurufnya Yod, Shin, Waw, Shamekh, seperti yang dilakukan oleh banyak gereja di muka bumi yang memang berkiblat ke Yunani yakni menamakan YESUS dan itupun bukan YAHSHUA.[hal 11-12]
Tanggapan Nafiri Yahshua Ministry :
Sebuah jawaban ambivalen [mendua] yang tidak didasarkan pada realita. Ini hanya jawaban emosional dan membabi buta. Fakta-fakta yang tersedia telah menunjukkan bahwa Ha Berit Ha Khadasha terbitan UBS tahun 1991 yang merujuk pada terbitan tahun 1976, merupakan terjemahan Ibrani Perjanjian Baru dari naskah Greek, untuk komunitas Yahudi yang percaya pada Mesias Yahshua. Silahkan anda membuktikan bahwa Ha Berit Ha Khadasha terbitan UBS 1991 adalah Kitab Suci Ibrani yang asli atau yang mula-mula! Anda harus tahu, bahwa Kitab Perjanjian Baru Ibrani yang disebut sebagai asli [turunan dari yang asli Ibrani-Aramaik] adalah naskah Shem Tob, Du Tilet, Crawford, Munster, Old Syriac, Peshitta.
Tolong anda jelaskan makna kalimat yang tidak jelas ujung pangkalnya ini, "
Tapi kalau anda bertanya apakah Kitab Ha Berit Ha Khadasha merupakan hasil terjemahan dari naskah-naskah tertentu, kami menjawab YA! ” Lalu jelaskan pula makna kalimat berikut : “
jadi kesimpulannya Kitab ha Berit Ha Khadasha dalam beberapa bagian menerjemahkan dari naskah Yunani dan beberapa bagian yang lain menerjemahkan dari naskah-naskah yang masih tersedia”. Apa yang anda maksudkan “naskah tertentu” dan “naskah yang tersedia?” Naskah Greek, Naskah Hebrew atau apa??
Mengenai Wahyu 14:1, PATUT anda ketahui bahwa naskah Greek ada dua varian teks. Naskah yang satu menerjemahkan sbb [Barbara Aland, The Greek New Testament, 1998] , “Kai eidon kai idou to arnion
estos epi to oros zion kai met autou ekaton tesserakonta tessares xiliades
exousai to onoma autou kai to onoma tou patros autou gegrammenon epi toun metopoun autoun” sebagaimana tertulis dibawah ini :
Namun ada yang menerjemahkan sbb [J.P. Green, The Interlinear Hebrew, Greek, English, 1980], ““Kai eidon kai idou to arnion
estekos epi to oros zion kai met autou ekaton tesserakonta tessares xiliades
exousai to onoma tou patros autou gegrammenon epi toun metopoun autoun”, sebagaimana tertulis dibawah ini :
Yang satu menerjemahkan “…dengan nama-Nya dan nama Bapa-Nya”, sementara yang lain diterjemahkan, “Nama Bapa-Nya”.
Realita yang kurang anda simak dengan teliti adalah bahwasanya Ha Berit Ha Khadasha terbitan UBS 1991, MERUJUK pada naskah The Greek New Testament dari Barbara Aland., dimana penggalan kalimatnya akan berbunyi, “dan nama-Nya dan nama Bapa-Nya” [ meskipun kata “nya” disini masih harus didiskusikan kembali, menunjuk pada Mesias atau para pengikut anak domba] Fakta ini tidak dapat anda sangkal!, penyangkalan terhadap fakta-fakta ini merupakan PENGINGKARAN terhadap realita naskah.
PD. Yerusalem Baru:
Kembali ke akar Ibrani bukan DEYUNANISASI seperti yang disangkakan penulis Nafiri Yahshua, tetapi kembali ke akar Ibrani adalah menempatkan segala sesuatunya sesuai dengan apa yang benar!. Contohnya : Tentang nama Sang Juruslamat kita, itu YESHUA atau IESOUS [yang oleh orang Kristen pada umumnya disebut YESUS], [hal 12]
Tanggapan Nafiri Yahshua Ministry :
Anda masih melakukan definisi secara general, sehingga menghasilkan definisi yang distortif tentang makna "back to the hebraic root". Seharusnya anda melakukan analisis eksegetis terhadap sejumlah teks dalam Kitab Suci yang berhubungan dengan definisi tersebut. Jika anda hanya mendefinisikan "Kembali ke akar Ibrani" hanya semata-mata "menempatkan segala sesuatunya sesuai dengan apa yang benar", konsekwensi logisnya adalah kita harus melaksanakan Shabat [bukan Minggu] melaksanakan Tujuh Hari Raya [bukan Christmass, Easter, Hallowen], mematuhi aturan makanan Tahor dan Tame, melaksanakan Tefilah harian, mengaktualisasikan Torah-Nya. Namun kenyataannya masih banyak diantara kita yang mengklaim "back to the hebraic root", namun hanya sebatas mengenal dan memanggil secara literal dengan bibir kita, nama Yahweh dan Yahshua/Yeshua. Untuk itu, dengan niat yang tulus, saya lampirkan dalam tanggapan ini, beberapa kajian saya mengenai "Makna Kembali Ke Akar Ibrani", namun hanya dalam bentuk resume khotbah, karena saya belum ada waktu menuangkannya secara panjang lebar [terlampir].
PD. Yerusalem Baru:
Justru anda yang mempunyai paham bahwa nama Sang Juruslamat bernama Yahshua itulah yang mengalami IDIOT SEJARAH yang memalukan bukan hanya AMNESIA SEJARAH! Mengapa demikian, karena tidak mampu memahami antara jaman hambanya Moshe dengan jaman Sang Juruslamat kita. Mau mencari nama Sang Juruslamat koq menggalinya malah di jaman Nabi Moshe. Sudah begitu, salah lagi...mengambil nama figur seorang hambanya Moshe, dan yang lebih parah lagi salah menulis dan membacanya, sehingga Yahoshua menjadi Yahshua! Apalagi Yeshua diganti menjadi Yahshua. Waaah...waah...waah...[hal 13]
Tanggapan Nafiri Yahshua Ministry :
Terimakasih untuk kata-kata kotor yang anda lontarkan terhadap saya, IDIOT SEJARAH! Saya justru meragukan bahwa komunitas ini merupakan suatu komunitas persekutuan doa. Bagaimana mungkin kesalehan para pendoa menghasilkan kata-kata hujatan seperti ini?? Jika anda mengklaim telah menerima bibir bersih karena memanggil nama Yahweh atau Yeshua, sungguh sangat kontradiktif. Apakah ini pun mencerminkan sifat "kebaruan" yang tersirat dari nama PD> Yerusalem Baru?? Jika anda belum mampu menguasai diri untuk tidak meluarkan kata-kata kotor, jangan pernah mengklaim sebagai "Yerusalem Baru".
Dasar anda untuk mengatakan saya IDIOT dikarenakan saya mengganggap bahwa saya menyamakan begitu saja nama dari dua tokoh yang berbeda zaman. Silahkan perhatikan kembali argumentasi yang telah saya sampaikan pada halaman-halaman sebelumnya mengenai topik ini. Saya tidak perlu mengulang-ulang. Nyata, bahwa anda salah melakukan penilaian terhadap saya.
PD. Yerusalem Baru:
Penulis Nafiri Yahshua ini bagaimana tho? Dari tadi menampilkan teolog kebanggaanya yang nota bene malah sepaham dengan kami. Dimana DR. James Trimm, DR. David Stern semuanya tidak menuliskan nama Sang Juruslamat adalah Yahshua! Melainkan ditulis dengan jelas bahwa nama-Nya adalah Yeshua. Kalau setuju dengan pendapat-pendapat mereka, kenapa mereka menyebut nama Sang Juruslamat dengan YESHUA khoq tidak diikuti? Ada apa ini?? Apakah penulis Nafiri Yahshua akan menderita MALU YANG SANGAT LUAR BIASA kalau meralat paham yang sudah terlanjur menjadi statementnya bahwa nama Sang Juruslamatr itu adalah YAHSHUA menjadi nama yang benar yaitu YESHUA? [hal 13]
Tanggapan Nafiri Yahshua Ministry :
Saya memang harus bersabar menghadapi anda yang kurang terbiasa dengan perbedaan pendapat dan aturan kutip mengutip suatu literatur pendukung. Jika seorang penulis mengutip pendapat seseorang dalam tulisannya, belum tentu si pengutip setuju dengan KESELURUHAN gagasan dan analisis terkutip. Pengutipan yang dilakukan oleh pengutip adalah untuk mencari bukti atau data mengenai suatu materi atau pokok persoalan yang sedang didiskusikan. Jika saya mengutip sejumlah referensi Qur'anik atau literatur-literatur sarjana Muslim saat melakukan Apologia, apakah berarti saya mnyetujui dan harus menyetujui keseluruhan gagasan dalam tulisan mereka?? Sungguh pernyataan yang tidak seharusnya diucapkan terkecuali oleh mereka yang memang tidak terbiasa dalam hal tulis menulis.
Saya tidak pernah malu untuk mengakui setiap kekeliruan jika dalam pengajaran atau perilaku, ada yang menyimpang. Dalam berbagai kesempatan, terkadang saya harus meralat sejumlah pernyataan atau ulasan yang tidak akurat, pada kesempatan lain, saat saya berkhotbah pada jemaat. Yang menjadi masalah, PERBEDAAN SUDUT PANDANG atau TITIK BERANGKAT atau ASUMSI DASAR diantara kita, jangan lantas dianggap yang sebagai suatu kesesatan. Jangan mudah mengeluarkan perkataan "menyesatkan" tanpa dukungan data-data yang sahih.
PD. Yerusalem Baru:
Sangat disayangkan menulisnya huruf Ibrani Yod, he, Waw, Shin, Tsade, ini bagaimana...apakah huruf Ibrani tersebut bisa dibaca Yehoshua, Yahsoshua atau Jehoshua seperti yang diuraikanya? Waah.. kami jadi meragukan pemahaman Ibrani penulis Nafiri Yahshua! [hal 14]
Tanggapan Nafiri Yahshua Ministry :
Terimakasih telah turut mengoreksi kesalahan teknis penulisan huruf “ayin akhir” pada nama fwvhy. Saya keliru menuliskan “ayin akhir” dengan “tsade akhir”. Ini urni kesalahan teknis. Meragukan kemampuan saya dalam berbahasa Ibrani, hanya dikarenakan salah menulis SATU huruf, adalah kurang adil. Namun biarlah pembaca yang menilai mengenai kemampuaan berbahasa Ibrani anda dan saya.
PD. Yerusalem Baru:
Dalam uraiannya, penulis Nafiri Yahshua menguraikan bahwa nama Sang Juruslamat kita telah mengalami Evolusi Nama, kami pikir koq jadi sama seperti teori evolusi yang dicetuskan oleh si Darwin? Menjadi bahan pertanyaan kita semua...apakah Sang Juruslamat didalam mengajar, mengadakan muzizat, menggembalakan domba-domba-Nya pernah mengatakan bahwa Aku bernama YAHSHUA? Atau setidaknya apakah malaikat Gabriel ketika memberitahukan nama sang Mesias Juruslamat kita kepada Miryam dan Yosep memberitahukan bahwa Dia bernama YAHSHUA atau bernama . Apabila penulis Nafiri Yahshua menganggap bahwa nama Yahoshua setelah pembuangan ke Babilon berevolusi menjadi Yeshua seperti “teori Evolusi nama” yang dimunculkan, mengapa dalam kitab tersebut dibawah ini, nama Yahoshua tidak ditulis menjadi Yeshua, coba baca 1 Tawarikh 7:27, disitu ditulis :
Kalau menurut “teori evolusi nama” yang dimaksud oleh penulis Nafiri Yahshua, bahwa penulisan nama Yeshua sebagai pengganti nama Yahoshua dikarenakan menghindari penyebutan nama Yahweh [karena didalam nama Yahoshua ada unsur nama Yahweh-vhy-Yahu] mengapa nama tokoh-tokoh yang lain, selain Yahoshua yang juga nama tersebut mengandung nama Yahweh, kenapa tidak diubah penulisannya sehingga nama Yahweh tidak terucap. Misalkan nama “Yahuda” menjadi “Yeda” seperti dalam kitab 1 Tawarikh 28:4. Dalam 1 Tawarikh 24:18 dan 2 Tawarikh 28:7, mengapa nama Ma’az YAHU tidak ditulis Ma’az YE?...Dan jika “Teori evolusi nama” milik Nafiri Yahshua setelah jaman pembuangan ke Babilon takut menulis atau menyebut nama yang mengandung nama Yahweh, mengapa nama Yahweh sendiri khoq masih tertulis seperti contoh dalam 1 tawarikh 24:19, 20, 21 dll. Ezra 10:11, Nehemia 1:5, 5:13, 8:2, dll. Diseluruh kitab setelah jaman pembuangan, mengapa nama Yahweh masih tetap ditulis dengan huruf Yod, He, Waw, He ? Jangan ngawur dan sok jadi profesor aah!! [hal 15]
Tanggapan Nafiri Yahshua Ministry :
Mengenai istilah “Evolusi nama”, telah saya jelaskan pada halaman sebelumnya, silahkan menyimak kembali penjelasan saya.
Namun ada pernyataan anda yang perlu saya luruskan. Anda menuliskan, “Kalau menurut “teori evolusi nama” yang dimaksud oleh penulis Nafiri Yahshua,
bahwa penulisan nama Yeshua sebagai pengganti nama Yahoshua dikarenakan menghindari penyebutan nama Yahweh” . Saya tidak pernah menuliskan dan berpemahaman bahwa penggunaan nama Yeshua sebagai pengganti nama Yahshua atau Yahushua dikarenakan menghindari penyebutan nama Yahweh! Anda menyitir beberapa kelompok yang memiliki pandangan ini, di beberapa kota, seperti di Jakarta. Namun pemahaman saya bahwa Y’shua adalah bentuk pendek dari Yahshua. Setara dengan nama RAMBAM adalah bentuk pendek dari Rabbi Maimonindes. Berarti saya sangat menghargai sikap anda yang menggunakan nama Yeshua.
Kalimat kotor anda, “J
angan ngawur dan sok jadi profesor aah!! Yang ditujukan pada saya, menjadikan saya prihatin. Seolah-olah saya sedang berhadapan dengan kanak-kanak yang suka dengan kelakar-kelakar kotor, saat mencemooh temannya. Kalimat-kalimat sejenis diatas, mewarnai hampir setiap komentar anda dalam tulisan anda. Apakah persekutuan yang intim dengan Elohim saat berdoa hanya menghasilkan kalimat-kalimat demikian?
PD. Yerusalem Baru:
Jadi kesimpulannya, penulisan YESHUA pada kalimat YAHOSHUA bin Non bukan dikarenakan telah terjadi evolusi seperti yang dikatakan oleh penulis Nafiri Yahshua, yakni menghindari penulisan atau penyebutan nama Yahweh, tetapi penulisan YESHUA sebagai pengganti nama YAHOSHUA, merupakan ungkapan penulis kitab tersebut untuk merefleksikan aktifitas anaknya Non yang bernama Yahoshua tersebut, yaitu dalam penyelamatan bangsa Israel. Nama YESHUA itu sendiri memiliki arti secara etimologis adalah DIA MENYELAMATKAN, jadi tepat jika penulis kitab menulis dengan sebutan YESHUA BIN NON. Jadi nama YESHUA dalam Kitab PERJANJIAN BARU yang adalah ANAKNYA MIRYAM, jangan dikait-kaitkan dengan YAHOSHUA yang ANAKNYA NON dalam Perjanjian Lama! Ini beda jaman dan tentu saja beda generasi...bung?? Belajar lagi aja dulu ah! Apakah ini yang dimaksud sebagai sanggahan akademik? Waah...waaah...waah [hal 15]
Tanggapan Nafiri Yahshua Ministry :
Kesimpulan anda dalam mengkaji tulisan saya, sangat berbanding terbalik dengan apa yang saya tulis sebelumnya. Tidak pernah sekalipun saya menuliskan [silahkan tunjukkan pada halaman berapa, jika ada] bahwa nama YESHUA adalah untuk menghindari atau menyembunyikan nama Yahweh. Sebaliknya, dari perspektif Nafiri Yahshua Ministry, nama YESHUA adalah BENTUK PENDEK dari YAHSHUA, dikarenakan nama fwvhy dalam Yahshua 1:10 di tuliskan dengan pada fvwy Nehemia 8:17, namun dalam naskah SEPTUAGINTA tetap disalin dengan IESOUS, meskipun bentuk Ibraninya berbeda.
Penutup
Demikian tanggapan saya terhadap sanggahan PD. Yerusalem Baru, Po. Box 484, 57100 [Cat: Solo-Jateng]. Apabila dirasa perlu untuk memberikan tanggapan balik, kami persilahkan. Saran saya, mari kita berargumentasi dengan logika dan data yang dilandasi oleh Kasih dan Kebebasan dalam mengutarakan pendapat, Tuhan Yahshua memberkati!
Footnote:
[f1] : Tulisan ini dibuat pada Tahun 2005. Dikarenakan beredarnya isi tulisan yang menyanggah tulisan saya sebelumnya yang berjudul “Nama Sang Juruslamat: Eksposisi Historis & Teologis” dan dimuat dalam salah satu website (yakubsulistyo.multiply.com , yeshua.com , www.thenazarene.com), tanpa menyertakan sanggahan yang telah saya tulis dengan judul “Dari Yahshua Sampai Yeshua”, maka tulisan ini dimuat dalam situs www.messianic-indonesia.com sebagai perimbangan data dan argumentasi.