|
Perjamuan Malam Terakhir & Seder Pesakh |
|
|
|
|
Monday, 09 April 2012 04:39 |
|

PRAKATA
Judul buku ini dinamai “Perjamuan Malam Terakhir dan Seder Pesakh Ibrani: Berbagai Kajian Kritis dan Apologetis Seputar Tema Paskah”. Dengan judul di atas hendak disampaikan berbagai kajian yang selama ini mungkin belum pernah didengar atau jarang didengar dalam kotbah dan artikel-artikel Kristen mengenai latar belakang Yahudi dan Yudaisme dari apa yang selama ini dikenal dengan nama Perjamuan Kudus (Bujana Suci) dalam lingkungan Gereja Protestan ataupun Ekaristi dalam lingkungan Gereja Katolik atau Qurbana Qadisha dalam lingkungan Gereja Orthodok.
|
|
Read more...
|
|
|
Monday, 30 January 2012 14:57 |
|

|
|
Read more...
|
|
BENARKAH YESUS SANG MESIAS LAHIR PADA TANGGAL 25 DESEMBER? |
|
|
|
|
Sunday, 29 January 2012 20:23 |
|

Kitab Perjanjian Baru tidak memberikan informasi tanggal kelahiran Yesus sehingga pemunculan tanggal 25 Desember menimbulkan berbagai kontroversi diantara kalangan Kristen sendiri. Darimana asal usul perayaan kelahiran Yesus pada tanggal 25 Desember? Pertanyaan ini membelah menjadi dua kelompok jawaban. Kelompok pertama menghubungkan tanggal 25 Desember kepada perayaan paganisme Roma yang diadopsi dalam Kekristenan. Kelompok kedua menghubungkan tanggal 25 Desember pada catatan kuno Bapa Gereja sebelum Konsili Nicea.
|
|
Read more...
|
|
|
Rasul Paul Dan Rumor Pembatalan Torah |
|
|
|
|
Monday, 30 January 2012 14:46 |
|

|
|
Read more...
|
|
KRITIK TERHADAP OTENTISITAS KITAB SUCI |
|
|
|
|
Thursday, 26 January 2012 23:09 |
|

Pengaruh renaissance, rasionalisme, dan idealisme memunculkan pemahaman yang baru terhadap Kitab Suci TaNaKh dan Kitab Perjanjian Baru. Dipengaruhi suasana Renaissance dasar-dasar penelitian teks (Textual Criticism) mulai diletakkan. J.A. Bengel, J.J. Wettsteein, J.J. Griesbach pada abad ke-18. dan C. Tiscendorf, B.F. Wescott, J.A. Hort, dan Eberhard Nestle pada akhir abad ke-19. Kritik teks ini memperhatikan pada empat tugas pokok, yakni (a) mengelompokkan, (b) menilai, (c) memperbaiki serta, (d) menyusun kembali salinansalinan teks Alkitab, khususnya teks PB Yunani yang begitu banyak menjadi suatu edisis kritis (Critical Text)[1]. Di sisi lain juga muncul keinginan yang kuat dari para sarjana Kitab Suci untuk mempelajari Kitab Suci dari segi-segi bahasa, sejarah dan latar belakang Kitab Suci dan akhirnya disebut sebagai Kritik Tinggi (Higher Criticism). Kritik Tinggi sendiri merupakan studi dari yang terdiri dari penerapan pendapat yang berkaitan dengan teks atau naskah berdasarkan apa yang bisa dilihat dari sejarah, bentuk naskah, pokok bahasan dan argumen dari kitab-kitab lain; ciri dan kaitannya dengan teks,; hubungan antar perikop, situasi-situasi yang diketahui penulis dan hal-hal yang berkaitan dengan pribadi penulis yang ikut andil. Dan dalam sejarah perkembangannya kritik ini mengalami perkembangan yang cukup luas dan menghasilkan ragam metode kritik terhadap Kitab Suci.
|
|
Read more...
|
|
|
|
|
|
|
Page 1 of 24 |