Kamis, 09 September 2010  |  
Aku akan memahsyurkan nama-Mu kepada saudara-saudaraku dan memuji-muji Engkau di tengah-tengah jemaah (Maz 22:23)
    TANYA JAWAB DETIL
      Diasuh oleh: Pdt. Teguh Hindarto, MTh
08-07-2008
Sabat, apa dan bagaimana?
 
 
Tanya:
Perkenalkan nama saya danni,dan sekarang berada di taiwan! sebelumnya saya tanpa sengaja menemui situs MESSIANIC, pada waktu melakukan pencarian kata SABAT,di google! langsung saja ke permasalahanya! lol... begini lho,saya mau nanya,apa benar hari sabat itu di rayakan pada hari jummat sore( jam 6:00) sampai hari sabtu jam 6:00)??? terus bagaimana merayakanya?? dan apakah MESSIANIC berbeda dengan KRISTEN,KATOLIK,dan lainya (apakah alkitabnya juga berbeda?) itu dulu pertanyaan saya...sebelum dan sesudahnya saya ucapkan terima kasih...

Jawab:
  1. Shabat, jatuh pada Jum’at petang (pk 18.00) yang dibuka dengan EREV SHABAT keluarga di rumah. Sabtu pagi (pk 09.00) beribadah ke Sinagog dan ditutup Sabtu petang (pk 18.00) dengan HAVDALAH SHABAT keluarga. Itu pola Yudaisme dan Mesianik Yudaisme yang masih dilakukan sampai sekarang. Kadang kaum Mesianik di Indonesia ada yang melakukan secara ketat sebagaimana pola di atas namun ada yang menyesuaikan dengan kondisi.

  2. Mengenai Tata Cara atau Siddur Shabat, Anda dapat membuka dalam web mengenai SIDDUR. Di sana Anda dapat temukan petunjuk ibadah harian (Tefilah), ibadah pekanan (Shabat) dan ibadah tahunan (Moedim)

  3. Mengenai kata MESSIANIK & KEKRISTENAN, saya kutipkan jawaban saya dari artikel saya berjudul REKONSTRUKSI KRISTEN & KRISTEN REKONSTRUKSIONIS (dapat dibaca di situs ini dalam “artikel lainnya”): Sebuah pertanyaan yang tidak mudah dijawab dan membutuhkan penjelasan yang agak mendalam. Secara apologetis, pertanyaan tersebut dapat dijawab dengan “YA’ dan ‘TIDAK”. Mengapa demikian? Dikatakan “YA” dikarenakan memang diakui ada sejumlah perbedaan signifikan. Namun perbedaan tersebut perbedaan hanyalah dalam masalah historis. Artinya, gerakan Mesianik Yahudi yang muncul pada Abad XVIII di berbagai belahan Eropa dan Timur Tengah, memiliki corak doktrin dan tata ibadah yang berbeda dengan Kekristenan. Dengan kata lain, Mesianik Yahudi lebih bebas mengekspresikan warna akar budaya Yahudi sebagaimana yang diekspresikan oleh Yahshua dan para rasul. Sementara Kekristenan lebih bercorak Barat dengan berbagai serapan budaya pagan di dalamnya. Dikatakan ‘TIDAK’ dikarenakan secara filologis gramatikal, kita tidak menemukan perbedaan secara signifikan antara istilah “MESIANIK’ dan istilah ‘KRISTEN’. Secara filologis, istilah Mesianik dan Kekristenan adalah sama saja. DR. David Stern mengungkapkan dalam analisisnya sbb:
    “According to Scripture, the word ‘Christian’ does not denote Jewish belivers in Yeshua at all. The New Testament call them followers of ‘this way’ [Acts 9:2; 22:4], ‘Nazarene’ [Acts 24:5]. They are natural branches of the tree into which Gentiles believers have been joined [Ef 2:11-16]. But the New Testament does not call Jewish belivers, ‘Christian’. According to New Testament, usage the tern ‘Christian’ is reserved for Gentile believers in the Jewish Mesiah Yeshua. Thus the term ‘Christian’ was invented by Gentiles to describe Gentiles in a Gentile environment. The New Testament tell us explicitly that the disciples were first called ‘Christians’ in Anthiokh [Acts 11:26] [f1]”

    [Menurut Kitab Suci, istilah “Kristen”, tidak dihubungkan dengan orang Yahudi yang beriman pada Yeshua. Kitab Perjanjian Baru menyebut mereka sebagai pengikut “Jalan itu” {Kis 9:2; 22:4}, “Nazarene” { Kis 24:5}. Mereka merupakan cabang asli dari pohon, dalam mana golongan non Yahudi ditempelkan {Ef 2:11-16}. Namun Kitab Perjanjian Baru, tidak menyebut orang Yahudi yang beriman dengan sebutan “Kristen”. Berdasarkan Kitab Perjanjian Baru, sebutan “Kristen”, menunjuk pada golongan non Yahudi yang telah menjadi percaya. Selanjutnya, istilah “Kristen” diambil alih oleh non Yahudi untuk menjelaskan mengenai non Yahudi di lingkungannya sendiri. Kitab Perjanjian Baru mencatat, bahwa sebutan “Kristen” bermula di Anthiokhia {Kis 11:26}
TaNaKh (Kekristenan menyebutnya dengan Perjanjian Lama) dan Brit ha Khadasha (Perjanjian Baru), tidak pernah memberikan penamaan terhadap perilaku religius umat Yahweh dan umat Mesias dengan sebutan “Mesianik” atau “Kristen”. TaNaKh maupun Brit ha Khadasha justru memberikan identifikasi dengan sebutan “DEREK YAHWEH” [Band. 2 Sam 22:22, Yer 5:4, Ul 8:6, Mat 22:16, Kis 9:2, Kis 13:10]. Sebutan “Christianoi” muncul di Anthiokhia [Kis 11:26], yaitu julukan bagi Pengikut Mesias dari kalangan non Yahudi.
Sementara sebutan “Nazoraios” atau “Netsarim” merupakan julukan bagi Pengikut Mesias dari kalangan Yahudi [Kis 24:5]. Melihat data sejarah di atas, bahwasanya sebutan “Christianoi” berasal dari kata “Christos” yang artinya “Seseorang yang diolesi minyak untuk suatu tugas tertentu”. Dan asal-usul penggunaan istilah “Christos” berasal dari bahasa Ibrani, “Meshiakh” yang artinya “Yang Diurapi”. Oleh karenanya tidak ada perbedaan antara istilah “Mesianik” dan “Kristen”.

Demi memudahkan penjelasan, jika ada sejumlah komunitas Kristen menanyakan kepada komunitas Mesianik, “Apakah Anda golongan atau salah satu dari denominasi Kristen?” maka pada hemat saya, jawaban kita haruslah apologetis sebagaimana dijelaskan di atas. Jika perlu, kita dapat menambahkan sebuah istilah SEKUNDER yaitu KRISTEN REKONSTRUKSIONIS [meskipun istilah ini bukan hal yang harus ditekankan].

Dengan istilah KRISTEN REKONSTRUKSIONIS, dimaksudkan:
  1. Merupakan salah satu bagian dari gelombang pembaruan dalam sejarah gereja di dunia dan di Indonesia, yang melanjutkan pembaruan-pembaruan yang telah dilakukan kalangan Protestan, Baptis, Evanggelical, Pentakostal, Kharismatik, dll. Gerakan ini bukan gerakan ekslusif yang terpisah dari sejarah sebelumnya.

  2. Merupakan suatu pergerakan yang muncul dari kalangan Kristen dan bukan dari kalangan agama non Kristen seperti Islam, Hindu, Budha, dll. Semua yang terlibat dalam pergerakan ini berasal dari kalangan Gereja Kristen, entahkah dia seorang gembala sidang, pekabar Injil maupun aktivis lainnya.

  3. Memiliki karakteristik khas yaitu melakukan rekonstruksi yang meliputi:

    a. Rekonstruksi Doktrinal
    Apakah Yahshua, para rasul dan para murid-murid di jaman pertumbuhan mula-mula, memahami Tuhan sebagai Tritunggal? Apakah Torah telah digantikan oleh Kasih Karunia? Apakah Gereja telah menggantikan posisi Israel? Apakah Christmass dan Easter merupakan perayaan yang firmaniah?

    b. Rekonstruksi Devosional
    Apakah Yahshua, para rasul, para murid di zaman pertumbuhan mula-mula beribadah tanpa tata ibadat/liturgi? Apakah ibadah Apakah Yahshua, para rasul, para murid di zaman pertumbuhan mula-mula melaksanakan Perjamuan Kudus? Apakah ibadah Apakah Yahshua, para rasul, para murid di zaman pertumbuhan mula-mula mengubah Sabat menjadi Minggu hanya karena Yahshua bangkit dari kematian pada hari Minggu?

  4. Memiliki karakteristik khas terhadap denominasi Kristen lainnya al.,:

    a. Perbedaan dengan Orthodox:
    Gereja Orthodox - yang mengklaim memelihara garis rasuli dan tradisi semitiknya, yang muncul pertama kali di Anthiokhia dan meluas sampai Mesir, Yunani, Rusia, dll - bersifat RESERVASI iman dan tradisi, yang dipelihara secara ketat dari abad ke abad sejak pertama kali berdirinya Qahal Mesianik non Yahudi di Anthiokhia. Namun Orthodox tetap telah melepaskan diri dari akar Hebraik Yudaiknya, semenjak merekapun mengadospi berbagai ibadah pagan yang di Kristenkan, al., Easter, Epifani, dll. Sementara Qahal Mesianik, bersifat REKONSTRUKSI iman dan tradisi, sehingga mendorong untuk bersikap eksploratif.

    b. Perbedaan dengan Katholik:
    Gereja Katholik –yang mengklaim bahwa Paus adalah wakil Tuhan di bumi yang tidak bisa salah – bersifat SUBORDINASI dalam kepemimpinan, yang dimulai sejak Paus Leo I dan memuncak dalam skisma besar dengan Orthodox pada tahun 1054. Sebagaimana Orthodox, Katholikpun telah jauh melepaskan akar Hebraik Yudaik dan cenderung Anti Semit, semenjak mereka memelihara berbagai ketetapan yang diberlakukan sejak kaisar Kontstantin menjadi kaisar [313 Ms], yaitu menetapkan Christmass, menetapkan Sunday Worship sebagai ganti Sabat, menetapkan Easter sebagai ganti Pesakh, dll. Sementara Qahal Mesianik, bersifat REKONSTRUKSI iman dan tradisi, sehingga mendorong untuk bersikap eksploratif.

    c. Perbedaan dengan Protestan, Evanggelikal, Pentakostal, Kharismatik:
    Baik Protestan, Pentakosta maupun Kharismatik, merupakan pecahan-pecahan yang bersifat ANTITESA dengan aliran sebelumnya. Protestan merupakan ANTITESA terhadap Katholik, Pentakostal merupakan antitesa terhadap Protestan, Kharismatik merupakan antitesa terhadap Pentakostal. Sikap antitesa ini berpengaruh terhadap perkembangan doktrin dan tata ibadah dan kurang mengkaji keseluruhan persoalan. Aliran-aliran tersebut lebih menekankan berbagai pokok persoalan yang “hilang” dalam aliran induknya. Protestan menekankan ANUGRAH & IMAN sebagai antitesa terhadap Katholik yang menekankan PERBUATAN atau AMALAN. Kaum Pentakostal menekankan KARUNIA-KARUNIA, sebagai antitesa terhadap Protestan yang mulai mapan dan bersifat organisatoris birokratis serta terjebak dalam intelektualisme.
    Demikian pula kaum Kharismatik lebih menekankan unsur EMOSI DALAM PUJIAN SERTA MENONJOLKAN BERBAGAI PERBUATAN MUZIZAT, sebagai antitesa terhadap kaum Pentakostal yang mulai mapan dan bersifat organisatoris birokratis. Sementara Qahal Mesianik, bersifat REKONSTRUKSI iman dan tradisi, sehingga mendorong untuk bersikap eksploratif.


Footnote:
[f1] : Op.cit., Messianic Jewish Manifesto, p.32
 
Komentar terhadap rubrik ini dapat Anda kirim ke komentar@messianic-indonesia.com
Jangan lupa untuk mencantumkan Judul rubrik ini dalam komentar Anda

Anda juga dapat berpartisipasi dalam situs ini
dengan mengirimkan Artikel anda ke redaksi@messianic-indonesia.com
Shalom Alaika !!!
Selamat datang,

selamat bergabung di komunitas Messianic Indonesia.
Semoga website ini dapat menjadi berkat bagi saudara.

 

©2007 Messianic-Indonesia Media Team - All Rights Reserved  
Terimakasih Bapa atas kesempatan yang telah Engkau berikan untuk membangun Situs ini.
Pakailah Situs ini untuk memasyurkan dan memuliakan nama-Mu. Amin

Saran dan Kritik:
redaksi@messianic-indonesia.com